Ilmu gaibhawa ayat kursi sangat berguna untuk membentengi diri dari gangguan
atau serangan ilmu hitam sekaligus mengobati penyakit bertahun-tahun yang
diakibatkan ilmu hitam.. Berikut ini amalan ilmu
gaib:
1.Memohon kepada Allah agar
menridhai dan merahmati amalan ini
2.Lakukan ritual ini pada
pukul 24.00 – 03.00 waktu setempat.
3.Bacalah ayat kursi dengan
menahan nafas di uluhati (dada dan perut dikembungkan bersaman saat menarik
nafas, lalu tahan) jika sangup afdhalnya membaca ayat kursi 3X. namun jika
tidak kuat cukup satu kalii saja saat menahan nafas.
4.Sehabis membaca ayat kursi
selesai maka nafas dihembuskan dengan hentakan sambil menekan dibagian perut
samba niat: “jadilah engkau kekuatan bagi
tubuhku”
5.Ulangilah beberapa kalli
sampai anda merasa sempurna setelah itu tiuplah air tadi yang disiapkan dulu
dan minun sambil niat “basmalah hawa ayat
kursi bangkitlah dalam batang tubuhku dan berubah menjadi kekuatanku”
Demikianlah
tatalaku ilmu gaib hawa ayat kursi secara supranatural akan membantu membentengi
dan mengobati ilmu hitam dengan energi metafisika ayat kursi
Kekuatan gaib atau metafisika
seringkali diklaim hanya dimiliki paranormal atau ahli supranatural. Kekuatan metafisikadikaitkan
dengan kemanpuan paranormal dalam mengendalikan makluh gaib.
Paranormal biasanya mengunakan
media tertentu dalam mengaplikasikan ilmu
gaibnya agar berdayaguna dan bermanfaat bagi masyarakat. Seperti:
rajahan, akik, permata, keris, gembolan, minyak wangi dan lain.
Tetapi terkadang diantara produk
paranormal tersebut ada yang tidak optimal sebagaimana yang diharapkan.
Kekuatan gaib. Energi metafisika
yang diharapkan muncul dari benda – benda yang berisi ilmu gaib
tertentu tersebut tidak berfungsi. Hal ini tentu saja sangat mengecewakan bagi
orang yang mengunakan jasa paranormal.
Ilmu gaibismul mu’adzom jal-jalut sangat berguna untuk melunakan
hati, pengunci mulut, pencuci otak, sekalius pembuka aura yang membuat orang
dituju merasa takut kepada kita karena pancaran aura dan kemudian menjadi welas
asih. Manfaat lainnya memagari badan dengan energy metafisika menolak serangan ilmu hitamBerikut ini amalan ilmu gaib:
hantu atau ghost
umunya dipercaya merupakan roh orangyang tetap tinggal di bumi stelah
kematiannya. Akan tetapi beberapa sumber menyatakan bahwa hantu mengambil kepribadian orang yang telah meninggal dunia dan
tidak ada hubungannya dengan roh orang meninggal.
Hantu sering digambarkan berbentuk manusia meskipun ada
pula yang menyerupai binatang dan paling sering digambarkan berwarna keperakan,
berbentuk kabut atau semi transparan. Terkadang mereka tidak memanisfestasikan
dirinya secara visual. Namun dalam bentuk fenomena lain seperti menggerakan
benda, memainkan lampu dan mengeluarkan suara-suara menakutkan yang sampai
sekarang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah. Hanya ahli supranatural atau paranormal yang bisa menjelaskan secara gaib atau metafisika.
Menulisnya
pada malam jumaat pukul 01 malam sesudah shalat hajat 2 rakaat
Menulisnya
harus dengan tinta zafaron atau misik
Ketika
menulis lidah ditekuk ke atas menyentuh langit-langit mulut sambil berdzikir
Allah sampai selesai menulis.
Hari
kamisnya harus puasa dan malamnya tidak memakan makanan yang bersumber makluh
bernyawa.
Demikianlah
tatalaku ilmu gaib membentengi rumah dari
ganguan jin secara supranatural akan memancarkan pagar gaib untuk menetralisir
gangguan yang bersifat halus dan para jin kafir tidak bisa masuk rumah.
Ponsel bukan lagi sebatas perangkat komunikasi dalam
kehidupan sehari-hari ponsel kerap kali dipakai untuk
mendukung bermacam aktivitas. Bagi pelajar misalnya, ponsel ini sering
digunakan untuk menyimpan data, yakni sebagai penganti flasdisk.
Ilmu gaibpelancar rezeki sangat berguna bagi yang memiliki pekerjaan
halal supaya secara supranatural selalu derasrezekinya dan tidak boros. Berikut
ini amalan ilmu gaib:
“wa
qoolalmaliku tuuni nihi astakhalisnu linafsii falamma kallamahu Qoola
innakalyauma ladainaa makiinun amin. Qoolaj’alnii alaa khozaa’nil ardhi inni
hafiizun aliim. Wa kadzaalika makkannaa liyuusufa fil ardhi yatabawwa’u minha
haitsu yasyaau nusiibu birohmatinaa man nasyaaku walaanudii’u ajrol muhsiniin”
QS. Yusuf 54-56