<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>paranormal &#124; cellphone &#124; computer &#124; cerita misteri</title>
	<atom:link href="http://1paranormal.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://1paranormal.com</link>
	<description>ilmu gaib cerita misteri meditasi hipnotis hantu ponsel komputer</description>
	<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 00:48:44 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Raja Yoga</title>
		<link>http://1paranormal.com/raja-yoga.html</link>
		<comments>http://1paranormal.com/raja-yoga.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 00:48:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>1paranormal.com</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[yoga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1paranormal.com/?p=1138</guid>
		<description><![CDATA[FILOSOFI DARI YOGA.
Disebutkan bahwasanya penemu dari Yoga klasik adalah Hiranyagarbha Sendiri. Adalah Maharishi Patanjali yang memformulasikan pengetahuan ini dalam suatu sistem pengajaran yang diberi nama Ashtanga Yoga atau Raja Yoga. Ini membentuk salah-satu dari Shad-Darsana, Enam Sistem Filsafat Hindu Klasik. Vyasa telah menjelaskan Yoga Sutra Patanjali dan ini telah berhasil dikembangkan lebih jauh lagi oleh [...]


BACA ARTIKEL LAINNYA DIBAWAH:<ol><li><a href='http://1paranormal.com/yoga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: yoga'>yoga</a> <small>“Yoga” is a Sanskrit word that means “to join.” Yoga...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/yoga-haram.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: yoga haram?'>yoga haram?</a> <small>yoga  yang berasal dari masyarakat Hindu sebelum Masehi ternyata merupakan ...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/yoga-practitioners.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: yoga practitioners'>yoga practitioners</a> <small> Anyone embarking on the journey of yoga will face...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/slim-and-trim-with-yoga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: slim and trim with yoga'>slim and trim with yoga</a> <small>Yoga’s power to create a state of mental and physical...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/taking-the-sress-out-of-vacations-with-yoga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Taking The Sress Out Of Vacations With Yoga'>Taking The Sress Out Of Vacations With Yoga</a> <small>Even during vacations we are still attacked by outside stressful...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- google_ad_section_start --><h3><strong><span style="font-family: Georgia; font-size: medium;"><span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="IN">FILOSOFI DARI YOGA.</span></span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Disebutkan bahwasanya penemu dari <strong><span style="font-weight: bold;">Yoga</span></strong> klasik adalah <strong><span style="font-weight: bold;">Hiranyagarbha</span></strong> Sendiri. Adalah <em><span style="font-style: italic;">Maharishi Patanjali</span></em> yang memformulasikan pengetahuan ini dalam suatu sistem pengajaran yang diberi nama <strong><span style="font-weight: bold;">Ashtanga Yoga</span></strong> atau <strong><span style="font-weight: bold;">Raja Yoga</span></strong>. Ini membentuk salah-satu dari <em><span style="font-style: italic;">Shad-Darsana</span></em>, Enam Sistem Filsafat Hindu Klasik. <em><span style="font-style: italic;">Vyasa</span></em> telah menjelaskan <strong><span style="font-weight: bold;">Yoga Sutra</span></strong> <strong><span style="font-weight: bold;">Patanjali</span></strong> dan ini telah berhasil dikembangkan lebih jauh lagi oleh seorang pujangga terpelajar yang cemerlang bernama <em><span style="font-style: italic;">Vachaspati Mishra</span></em>, serta melalui tulisan-tulisan yang mengagumkan dari <em><span style="font-style: italic;">Vijñana Bhikshu</span></em>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-weight: bold;" lang="IN">Yoga</span></span></strong><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN">, sepaham dengan <strong><span style="font-weight: bold;">Sankhya</span></strong>; mereka memegang pandangan dimana ada suatu prinsip yang bersifat kekal dan hadir dimana-mana, yakni <em><span style="font-style: italic;">Prakriti</span></em> disamping suatu prinsip pluralitas dari Kesadaran yang juga ada dimana-mana, yakni <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em>. <strong><span style="font-weight: bold;">Yoga</span></strong> juga menerima prinsip ketiga yakni: <em><span style="font-style: italic;">Ishvara</span></em>. Kontak antara <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em> dengan <em><span style="font-style: italic;">Prakriti</span></em> inilah menimbulkan evolusi lanjut dalam berbagai implikasinya. <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em> —karena <em><span style="font-style: italic;">Aviveka</span></em> (tiada berkemampuan untuk membedakan)— <em><span style="font-style: italic;">menyangka</span></em> ada suatu individu ketika mengidentifikasi <em><span style="font-style: italic;">Prakriti</span></em> beserta berbagai modifikasinya itu.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-weight: bold;" lang="IN">Yoga</span></span></strong><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN"> menitik-beratkan pada metode pembebasan <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em> dari belenggu ini, melalui upaya yang benar. Oleh karena itu, <strong><span style="font-weight: bold;">Yoga</span></strong> lebih merupakan <em><span style="font-style: italic;">metode praktis</span></em> guna pencapaian, ketimbang suatu paparan filosofis semata. Sebagai suatu sistem filsafat (<em><span style="font-style: italic;">Darsana</span></em>), ia merupakan <strong><span style="font-weight: bold;">Sa-Ishvara Sankhya</span></strong>, yaitu dengan memasukkan ke-duapuluhlima <em><span style="font-style: italic;">Tattva</span></em> dari <strong><span style="font-weight: bold;">Sankhya</span></strong> serta menambahkan satu lagi yakni: <em><span style="font-style: italic;">Ishvara</span></em>. Dengan demikian, <strong><span style="font-weight: bold;">Yoga</span></strong> melengkapi karakteristiknya sebagai suatu sistem <em><span style="font-style: italic;">Sadhana</span></em> yang bersifat praktis.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Ketika diselubungi oleh tembok penghalang kebodohan (<em><span style="font-style: italic;">Aviveka</span></em>), <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em> menyangka bahwa Ia tidak sempurna, tak-lengkap, dan menyangka kalau kelengkapan itu hanya dapat dicapai melalui penggabungannya dengan <em><span style="font-style: italic;">Prakriti</span></em>. <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em> lalu —katakanlah demikian—mulai menggapai <em><span style="font-style: italic;">Prakriti</span></em>; dan dengan disinari oleh kesadaran-Nya, <em><span style="font-style: italic;">Prakriti</span></em> yang tiada berdaya (lembam) mulai mempertunjukkan berbagai objek-objeknya secara kaleidoskopis. <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em>, disebabkan oleh <em><span style="font-style: italic;">Prakriti-Samyoga</span></em>—penyamaan-diri dengan <em><span style="font-style: italic;">Prakriti</span></em>, tampak ingin merasakan kenikmatan dari objek-objek ini. Ia berbuat seperti yang sudah-sudah; tampak berupaya meraih objek-objek tersebut. Kini belenggu—walaupun sesungguhnya tidak esensial bagi <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em>—menjadi lengkap dan selanjutnya lingkaran visi serupa itu tersimpan terus. Transmigrasi dari masing-masing individu, seperti itu, adalah konsekwensi dari <em><span style="font-style: italic;">Aviveka</span></em> beserta segala efek-efeknya. <strong><span style="font-weight: bold;">Yoga</span></strong>, melalui proses ilmiahnya, memotong lingkaran ini satu-per-satu dan mengantarkan menuju <em><span style="font-style: italic;">Kaivalya Moksha</span></em>, yang merupakan realisasi dari <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em> (sejati), yang bebas dari<em><span style="font-style: italic;"> Prakriti</span></em> beserta segenap evolusinya.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1138"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Jauh dalam lubuk hati setiap orang, ada suatu keyakinan yang mendalam akan adanya <strong><span style="font-weight: bold;">Makhluk Tertinggi</span></strong>, kepada siapa seorang <em><span style="font-style: italic;">Sadhaka</span></em> berpaling untuk memohon bantuan dan bimbingan, perlindungan maupun inspirasi. Namun <em><span style="font-style: italic;">sang ego</span></em> tidak mengijinkan ini terjadi. Hanya dengan cara melepaskan <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em> dari penjara <em><span style="font-style: italic;">sang eg</span></em><em><span style="font-style: italic;">o</span></em> saja, <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em> dapat dilepaskan dari jaring <em><span style="font-style: italic;">Prakriti</span></em>. <em><span style="font-style: italic;">Sang ego</span></em> memang dengan bersusah-payah bisa ditundukkan melalui analisa subjektif saja; akan tetapi adalah mudah untuk membedakan ego—yang terpisah dari <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em>—bila ia dengan suka-rela menyerahkan- dirinya sebagai suatu persembahan pada altar-persembahan kepada <strong><span style="font-weight: bold;">Yang Maha Kuasa;</span></strong> inilah <em><span style="font-style: italic;">Ishvarapranidhana</span></em>. Inilah hipotesa dari <strong><span style="font-weight: bold;">Yoga</span></strong>, sebagai tambahan dari nasehatnya agar berupaya dengan gigih (<em><span style="font-style: italic;">Sadhana-Marga</span></em>).</span></span></p>
<h3><strong><span style="font-family: Georgia; font-size: medium;"><span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="IN">YOGA SUTRA PATANJALI — Untaian Permata Mulia Spiritual-filosofis .</span></span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-weight: bold;" lang="IN">Raja Yoga</span></span></strong><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN"> adalah raja dari semua <strong><span style="font-weight: bold;">Yoga</span></strong>. Ia secara langsung berurusan dengan batin. Dalam <strong><span style="font-weight: bold;">Yoga</span></strong> ini tidak ada perjuangan dengan <em><span style="font-style: italic;">Prana</span></em> maupun jasmani (<em><span style="font-style: italic;">Apana</span></em>). Tidak diperlukan lagi <em><span style="font-style: italic;">kriya-kriya</span></em> dari <strong><span style="font-weight: bold;">Hatha Yoga</span></strong><em><span style="font-style: italic;">.</span></em> Sang Yogi duduk dengan sederhana, memperhatikan dan mententeramkan gelembung-gelembung pemikirannya. Beliau mengheningkan- cipta, menjinakkan gelombang pikiran dan memasuki kondisi tanpa-pemikiran (<em><span style="font-style: italic;">thoughtless state</span></em>) atau <em><span style="font-style: italic;">Asamprajñata Samãdhi</span></em>; itulah <strong><span style="font-weight: bold;">Raja Yoga.</span></strong></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Walaupun <strong><span style="font-weight: bold;">Raja Yoga</span></strong> merupakan suatu falsafah <em><span style="font-style: italic;">dualistika</span></em> yang mengolah <em><span style="font-style: italic;">Prakriti</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em>, ia membantu siswa <em><span style="font-style: italic;">Advaitik</span></em> untuk merealisasikan penunggalannya. Walaupun diingatkan tentang keberadaan <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em>, pada puncaknya <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em> menjadi identik dengan <strong><span style="font-weight: bold;">Purusha Tertinggi</span></strong> (<em><span style="font-style: italic;">Parama Purusha</span></em>) atau <strong><span style="font-weight: bold;">Brahman,</span></strong> seperti yang disebutkan dalam Upanishad-upanishad . <strong><span style="font-weight: bold;">Raja Yoga</span></strong> mendorong siswa untuk mencapai tingkatan tertinggi di tangga spritual, yakni <strong><span style="font-weight: bold;">Brahman</span></strong>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Sistem <strong><span style="font-weight: bold;">Yoga</span></strong> dari Patanjali tertuang dalam bentuk <em><span style="font-style: italic;">sutra-sutra</span></em>. Sebuah <em><span style="font-style: italic;">sutra</span></em> berupa sebuah sloka pendek yang padat makna. Ia berupa ungkapan-ungkapan <em><span style="font-style: italic;">aphoristis</span></em>. Ia mengandung kedalaman makna, serta signifikasi- signifikansi tersembunyi. Para <em><span style="font-style: italic;">Rshi</span></em> di jaman dahulukala punya suatu tradisi dalam mengekspresikan ide-ide filosofis maupun realisasinya, hanya dalam bentuk <em><span style="font-style: italic;">sutra-sutra</span></em> saja. Amat sulit mengertikan maksud yang terkandung didalam <em><span style="font-style: italic;">sutra-sutra</span></em>, tanpa bantuan komentar atau penjelasan seorang pembimbing atau Guru yang telah memahami <strong><span style="font-weight: bold;">Yoga</span></strong> dengan baik. Seorang Yogi yang sepenuhnya telah merealisasikan <strong><span style="font-weight: bold;">Yoga</span></strong>, akan mampu menjelaskan <em><span style="font-style: italic;">sutra-sutra</span></em> dengan indahnya. Secara harfiah, <em><span style="font-style: italic;">sutra</span></em> juga berarti sebuah <em><span style="font-style: italic;">untaian</span></em>. Layaknya berbagai bunga beraneka warna yang dirangkai secara apik, dan membentuk sebuah rangkaian bunga. Seperti juga mutiara-mutiara yang diuntai menggunakan seutas tali untuk membentuk sebuah kalung, demikian pula halnya ide-ide dari Sang Yogi teruntai cantik dalam <em><span style="font-style: italic;">sutra-sutra</span></em>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-weight: bold;" lang="IN">Yoga Sutra</span></span></strong><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN"> disusun dalam beberapa bab. Bab pertama adalah <strong><span style="font-weight: bold;">Samãdhi-pãda</span></strong>. Ia memaparkan beberapa jenis <em><span style="font-style: italic;">Samãdhi</span></em>. Ia berisikan 51 Sutra. Hambatan-hambatan dalam meditasi, lima bentuk <em><span style="font-style: italic;">Vritti</span></em> (pusaran pikiran) dan cara mengendalikannya, tiga bentuk <em><span style="font-style: italic;">Vairagya</span></em>, sifat-sifat dari <em><span style="font-style: italic;">Ishvara</span></em>, berbagai metode untuk mencapai <em><span style="font-style: italic;">Samãdhi</span></em> serta cara untuk menghadirkan kedamaian hati melalui pengembangan sifat-sifat luhur, juga dipaparkan disini.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Bab kedua adalah <strong><span style="font-weight: bold;">Sãdhana-pãda</span></strong>. Ia terdiri atas 55 Sutra. Ia memaparkan <strong><span style="font-weight: bold;">Kriya Yoga</span></strong>, seperti, <em><span style="font-style: italic;">Tapa</span></em>, ajaran penyerahan-diri pada Tuhan, lima <em><span style="font-style: italic;">Klesha</span></em> atau noda-noda batin, metode-metode untuk menghancurkan noda-noda yang menghalangi pencapaian <em><span style="font-style: italic;">Samãdhi </span></em>ini, <em><span style="font-style: italic;">Yama dan Niyama</span></em> beserta hasil-hasilnya, praktek <em><span style="font-style: italic;">?sana</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">Pranayama</span></em> beserta manfaat-manfaatnya, <em><span style="font-style: italic;">Pratyahara</span></em> serta keuntungan yang diperoleh, dll.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Bab ketiga adalah <strong><span style="font-weight: bold;">Vibhuti-pãda</span></strong>. Ia terdiri dari 56 Sutra. Ia menyangkut <em><span style="font-style: italic;">Dharana, Dhyana</span></em> serta berbagai bentuk <em><span style="font-style: italic;">Samyama</span></em> pada objek-objek eksternal, pikiran, <em><span style="font-style: italic;">chakra-chakra</span></em> internal serta beberapa objek lain, yang dapat menghadirkan berbagai macam <em><span style="font-style: italic;">Siddhi</span></em>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Bab ke-empat adalah <strong><span style="font-weight: bold;">Kaivalya-pãda</span></strong> atau bab Kebebasan Sejati, yang tersusun dari 34 Sutra. Ia memaparkan tentang kebebasan yang dicapai oleh seorang Yogi yang telah matang (<em><span style="font-style: italic;">full-blown Yogi</span></em>), yang telah dapat membedakan dengan baik mana <em><span style="font-style: italic;">Prakriti</span></em> dan mana <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em>, yang telah terpisah dari <em><span style="font-style: italic;">Tri Guna</span></em>. Ia juga memaparkan tentang pikiran dan prilakunya. <em><span style="font-style: italic;">Dharmamegha Samãdhi</span></em> juga dijelaskan disini.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-weight: bold;" lang="IN">KONDISI-KONDISI BATIN DALAM PRAKTEK RAJA YOGA.</span></span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-weight: bold;" lang="IN">Raja Yoga</span></span></strong><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN"> memberikan perhatian khusus terutama pada batin, modifikasi-modifika sinya dan pengendaliannya. Ada lima kondisi batin yakni, <em><span style="font-style: italic;">Kshipta, Mudha, Vikshipta, Ekagra</span></em> (<em><span style="font-style: italic;">Ekagrata</span></em>) dan <em><span style="font-style: italic;">Niruddha</span></em>. Umumnya pikiran—yang adalah proponen batin yang paling aktif—berlarian ke segala arah; sinar-sinarnya terpencar dan kacau. Inilah yang disebut dengan kondisi <em><span style="font-style: italic;">Kshipta</span></em>. Terkadang batin lupa diri, ia dipenuhi oleh kedunguan (<em><span style="font-style: italic;">Mudha</span></em>). Ketika Anda berlatih berkonsentrasi, pikiran tampak dapat terpusat sejenak, namun cepat terganggu lagi. Kondisi batin inilah yang dinamakan <em><span style="font-style: italic;">Vikshipta</span></em>. Akan tetapi bila ia bertahan lebih lama dan telah dilatih secara berulang-ulang, dan dibantu dengan merafalkan Nama Tuhan, ia menjadi terpusat pada satu titik. Keterpusatan inilah yang disebut kondisi <em><span style="font-style: italic;">Ekagrata</span></em>. Nantinya, iapun sepenuhnya terkendali—<em><span style="font-style: italic;">Niruddha</span></em>. Ia siap untuk tercerap dalam <strong><span style="font-weight: bold;">Parama Purusha</span></strong>, ketika Anda memasuki <em><span style="font-style: italic;">Asamprajñata Samãdhi</span></em>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Guna mencapai kedamaian batin, Anda harus menyemaikan empat sifat-sifat luhur —<em><span style="font-style: italic;">Maitri, Karuna, Mudita</span></em> and <em><span style="font-style: italic;">Upeksha.</span></em> Anda harus punya <em><span style="font-style: italic;">Maitri</span></em> (rasa persahabatan yang penuh welas asih), Anda memandang semuanya dalam sikap-batin yang setara. Anda harus memiliki sifat <em><span style="font-style: italic;">Karuna</span></em> (rasa belas-kasihan) kepada mereka yang sedang dirundung malang. Andapun mesti punya <em><span style="font-style: italic;">Mudita</span></em> (rasa empati dan bersimpati) pada mereka yang lebih beruntung dari Anda. Rasa kebercukupan atau belas-kasihan secara pasti menghancurkan kedengkian. Semuanya adalah saudara-saudara kita. Bila seseorang ditempatkan pada posisi yang lebih baik dari Anda, berbahagialah atasnya. Bila sedang lewat di antara orang-orang hina, pandanglah mereka tiada beda dengan kita. Inilah yang dinamakan<em><span style="font-style: italic;"> Upeksha</span></em> (stabil dalam tiada membeda-bedakan) . Dengan jalan ini Anda akan mencapai kedamaian hati.</span></span></p>
<h3><strong><span style="font-family: Georgia; font-size: medium;"><span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="IN">NODA-NODA BATIN.</span></span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Lima Noda batin yang merupakan sumber penderitaan adalah: <span style="color: navy;"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">1. <em><span style="font-style: italic;">Avidya</span></em> — kebodohan batiniah: memandang kekal yang tak-kekal, murni yang tak murni; </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">2. <em><span style="font-style: italic;">Asmita</span></em> — egoisme; </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">3. <em><span style="font-style: italic;">Raga</span></em> —keterikatan atau kecintaan; </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">4. <em><span style="font-style: italic;">Dvesha</span></em> —ke-engganan, penolakan atau kebenciaan; dan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">5. <em><span style="font-style: italic;">Abhinivesha</span></em> —keterikatan yang kuat pada kehidupan rendah, yang menimbulkan ketakutan yang amat sangat pada kematian.<em><span style="font-style: italic;"> </span></em></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-style: italic;" lang="IN">Samãdhi</span></span></em><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN"> menghancurkan semua ini. <em><span style="font-style: italic;">Raga</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">Dvesha</span></em>,  rasa suka-tak-suka, punya lima kondisi: <em><span style="font-style: italic;">Udara</span></em> (termanifestasikan sepenuhnya), <em><span style="font-style: italic;">Vicchinna</span></em> (tersembunyi atau terselubung) , <em><span style="font-style: italic;">Tanu</span></em> (menipis), <em><span style="font-style: italic;">Prasupta</span></em> (tidak aktif ) dan <em><span style="font-style: italic;">Dagdha </span></em>(terbakar musnah). </span></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Pada manusia duniawi      yang masih terlelap dalam keduniawian, <em><span style="font-style: italic;">Raga</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">Dvesha</span></em> merupakan <em><span style="font-style: italic;">Udara Avastha.</span></em> Mereka ada dalam      kondisi yang meluas; maksudnya, <em><span style="font-style: italic;">Raga</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">Dvesha</span></em> bermain secara      penuh dan tanpa tendeng aling-aling lagi. </span></span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-style: italic;" lang="IN">Vicchinna      Avastha</span></span></em><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN"> adalah kondisi dimana <em><span style="font-style: italic;">Raga</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">Dvesha</span></em> tersembunyi. Pasangan suami-istri terkadang      bertengkar; saat itu cinta tersembunyi sejenak. Setelah si istri tersenyum      kembali, cintapun menampakkan dirinya lagi. Inilah contoh dari <em><span style="font-style: italic;">Vicchinna Avastha.</span></em> </span></span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Beberapa orang yang melakukan      sedikit <em><span style="font-style: italic;">Pranayama, Kirtan</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">Japa</span></em>. Pada mereka <em><span style="font-style: italic;">Raga</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">Dvesha</span></em> mulai menipis; kondisi inilah yang dinamakan <em><span style="font-style: italic;">Tanu Avastha</span></em>. </span></span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Terkadang pula,      berhubung kondisinya tidak sesuai, mereka dalam kondisi tidak aktif —<em><span style="font-style: italic;">Prasupta Avastha</span></em>. </span></span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Namun dalam <em><span style="font-style: italic;">Samãdhi</span></em> mereka terbakar musnah —<em><span style="font-style: italic;">Dagdha</span></em>. </span></span></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-style: italic;" lang="IN">Raga</span></span></em><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN"> dan <em><span style="font-style: italic;">Dvesha</span></em> memastikan <strong><span style="font-weight: bold;">Samsara</span></strong> ini. Pikiran (<em><span style="font-style: italic;">manas</span></em>) adalah suatu kekuatan yang tidak memiliki suatu entitas nyata, namun sementara waktu seolah-olah demikian, dan menyelubungi <strong><span style="font-weight: bold;">Jiva</span></strong>. Ia mengatasi <em><span style="font-style: italic;">Prana</span></em>. Ia juga mengatasi materi. Akan tetapi di atas pikiran ada kemampuan memilih dan memilah-milah (<em><span style="font-style: italic;">Viveka</span></em>). <em><span style="font-style: italic;">Viveka</span></em> dapat mengendalikan pikiran; kerinduan terhadap Diri-Jati Anda atau <em><span style="font-style: italic;">Atma-Vichara</span></em> dapat mengendalikan pikiran. Bilamana Anda telah menghancurkan <em><span style="font-style: italic;">Raga-Dvesha</span></em> lewat <em><span style="font-style: italic;">meditasi</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">Samãdhi</span></em>, pikiran akan sirna (tiada berdaya lagi). Yang mesti Anda upayakan setiap hari adalah melatih konsentrasi ke dalam (<em><span style="font-style: italic;">dharana</span></em>), walau hanya lima atau sepuluh menit; Andapun akan mampu mengendalikan pikiran dan memasuki alam <em><span style="font-style: italic;">Samãdhi</span></em>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-weight: bold;" lang="IN">HAMBATAN-HAMBATAN DALAM MEDITASI.</span></span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Ada beberapa hambatan dalam bermeditasi. Vedanta menguraikan hambatan-hambatan tersebut berupa: kerisauan (<em><span style="font-style: italic;">laya</span></em>), pikiran yang cepat berubah (<em><span style="font-style: italic;">vikshepa</span></em>), keinginan-keinginan terselubung (<em><span style="font-style: italic;">kashaya</span></em>) dan keterjebakkan dalam kebahagiaan yang timbul dalam <em><span style="font-style: italic;">Samãdhi</span></em> yang lebih rendah tingkatannya (<em><span style="font-style: italic;">rasasvada</span></em>).</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Patanjali</span></span><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN"> mengutarakan: <em><span style="font-style: italic;">“Penyakit, kebodohan, keragu-raguan, kecerobohan, kemalasan, keduniawian, ilusi, kehilangan tujuan, ketidak-stabilan mental —semua itu merupakan hambatan-hambatan dalam <strong><span style="font-weight: bold;">Yoga</span></strong>.”</span></em> Duka-cita, kemurungan, gemetaran (tremor), tarikan dan hembusan nafas yang tidak wajar merupakan pembantu-pembantu yang lebih menguatkan hambatan-hambatan utama itu. Anda harus menyingkirkannya terlebih dahulu.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Bila Anda dikuasai kantuk tatkala bermeditasi, berdirilah, basuh muka dengan air dingin, lakukan beberapa <em><span style="font-style: italic;">?sana</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">Pranayama</span></em>. Kantukpun akan berlalu. Di jaman dahulu, bagi mereka yang memiliki <em><span style="font-style: italic;">choti</span></em> (jalinan rambut panjang), ada yang mengikat rambutnya ke paku di dinding ruangan —sehingga bila jatuh tertidur saat bermeditasi, paku seolah-olah menarik rambut dan membangunkannya. Makanlah makanan ringan saja di malam hari.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-style: italic;" lang="IN">Abhyasa</span></span></em><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN"> dan <em><span style="font-style: italic;">Vairagya</span></em> merupakan dua jalan terbaik untuk menyingkirkan berbagai hambatan. <em><span style="font-style: italic;">Vairagya</span></em> (tanpa kegandrungan) bukan berarti lari dari dunia. <em><span style="font-style: italic;">Vairagya</span></em> merupakan suatu sikap-batin. Analisalah pemikiran-pemikiran Anda sendiri. Amankanlah motivasi-motivasi luhur Anda. Sedapat mungkin, hindarilah objek-objek yang paling Anda gandrungi. Bilamana kegandrungan pada sesuatu telah lenyap, selanjutnya Anda dapat menggunakan pengalaman tersebut sebagai acuan guna melepaskan kegandrungan- kegandrungan yang lain.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-weight: bold;" lang="IN">TIGA KELAS PENEKUN.</span></span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-weight: bold;" lang="IN">Raja Yoga</span></span></strong><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN"> adalah jalan mulia untuk membebaskan diri dari penderitaan. Ia mencakup perlakuan intensif terhadap empat masalah besar manusia: <em><span style="font-style: italic;">penderitaan, sebab-sebab penderitaan, terbebas dari penderitaan</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">jalan pembebasannya</span></em>. Praktek latihan dari metode-metode yang disajikan dalam <strong><span style="font-weight: bold;">Raja Yoga</span></strong> mengantarkan pada pemusnahan segala derita dan pencapaian kebahagiaan sejati. Berlatihlah mulai hari ini! Jangan lewatkan barang seharipun. Ingat, masing-masing hari mengantarkanmu semakin mendekat pada tujuan akhir dari kelahiran kita sebagai manusia di dunia ini. Anda telah menyianyiakan banyak hari, banyak bulan dan banyak tahun selama ini. Anda tak menyadarinya karena Anda telah meminum minuman keras yang bernama<em><span style="font-style: italic;"> Moha</span></em>. Karena itulah Anda tidak mengerti sebab sesungguhnya dari semua derita hidup duniawi ini.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Penyebab utama dari derita ini adalah <em><span style="font-style: italic;">Avidya</span></em>. Manakala mentari pemilah-milah (<em><span style="font-style: italic;">Viveka</span></em>) telah terbit di dalam, <em><span style="font-style: italic;">Sang Purusha</span></em> mulai menyadari kalau Ia berbeda dengan <em><span style="font-style: italic;">Prakriti,</span></em> bahwa Ia bebas dan tiada terpengaruhi. <strong><span style="font-weight: bold;">Raja Yoga</span></strong> memberi Anda sebuah metode paling praktis yang mengantarkan Anda pada kondisi yang mengagumkan ini.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Menurut <strong><span style="font-weight: bold;">Raja Yoga</span></strong>, ada tiga tipe penekun —<em><span style="font-style: italic;">Uttama, Madhyama</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">Adhama Adhikari</span></em>. Bagi masing-masing tipe, disediakan tiga jenis <em><span style="font-style: italic;">Sadhana</span></em>. </span></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Bagi <em><span style="font-style: italic;">Uttama Adhikari</span></em> (penekun kelas utama)      <strong><span style="font-weight: bold;">Raja Yoga</span></strong> menyediakan <em><span style="font-style: italic;">Abhyasa</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">Vairagya</span></em>. Ia mempraktekkan meditasi      kepada <strong><span style="font-weight: bold;">Sang Diri-Jati</span></strong>; ia      mempraktekkan <em><span style="font-style: italic;">Chitta-Vritti- Nirodha</span></em> (penghentian pusaran-pusaran batin) dan dengan cepat memasuki alam <em><span style="font-style: italic;">Samãdhi</span></em>. Inilah praktek <em><span style="font-style: italic;">Abhyasa</span></em> yang didukung oleh <em><span style="font-style: italic;">Vairagya</span></em>. </span></span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Bagi <em><span style="font-style: italic;">Madhyama Adhikari</span></em> (penekun kelas      menengah) disediakan <strong><span style="font-weight: bold;">Kriya Yoga</span></strong><em><span style="font-style: italic;">: Tapa, Svadhyaya</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">Ishvarapranidhana</span></em>. <em><span style="font-style: italic;">Tapa</span></em> adalah kesederhanaan atau      kepolosan. Ketanpa-akuan (<em><span style="font-style: italic;">egolessness</span></em>)      dan pelayanan tanpa pamerih, merupakan bentuk-bentuk teragung dari <em><span style="font-style: italic;">Tapa</span></em>. Kerendahan hati dan tanpa      keinginan untuk kepentingan pribadi atau ketulusan, juga merupakan      bentuk-bentuk teragung dari <em><span style="font-style: italic;">Tapa</span></em>.      Praktekanlah mereka melalui pelayanan terus-menerus, tanpa henti dan      dengan tanpa pamerih. Praktekkanlah tiga jenis <em><span style="font-style: italic;">Tapa</span></em> yang disebutkan dalam <em><span style="font-style: italic;">Bhagavad Gita</span></em>. Penerapan disiplin diri seperti <em><span style="font-style: italic;">upavasa</span></em>, dll., juga merupakan praktek      dari <em><span style="font-style: italic;">Tapa</span></em> ini. <em><span style="font-style: italic;">Svadhyaya</span></em> adalah mempelajari      kitab-kitab ajaran spiritual juga melaksanakan <em><span style="font-style: italic;">japa</span></em> (merafalkan secara berulang-ulang) dari <em><span style="font-style: italic;">Ishta Mantra</span></em> Anda. <em><span style="font-style: italic;">Ishvarapranidhana</span></em> adalah penyerahan-diri      sepenuhnya kepada Tuhan dan melaksanakan setiap tugas sebagai <em><span style="font-style: italic;">Ishvararpana</span></em>, sebagai persembahan kepada-Nya.      Tiga bentuk <em><span style="font-style: italic;">Sadhana</span></em> dari      para <em><span style="font-style: italic;">Madhyama Adhikari</span></em> yang      terbenam dalam meditasi yang mendalam, secara cepat akan mengantarkannya      mencapai <em><span style="font-style: italic;">Kaivalya Moksha.</span></em> </span></span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Bagi <em><span style="font-style: italic;">Adhama Adhikari</span></em>, tipe penekun      ter-rendah, <strong><span style="font-weight: bold;">Raja Yoga</span></strong> menyediakan <strong><span style="font-weight: bold;">Ashtanga Yoga</span></strong> atau delapan tahapan <em><span style="font-style: italic;">Sadhana</span></em> —<em><span style="font-style: italic;">Yama, Niyama, ?sana,      Pranayama, Pratyahara, Dharana, Dhyana</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">Samãdhi.</span></em> </span></span></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-weight: bold;" lang="IN">ASHTANGA YOGA.</span></span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-weight: bold;" lang="IN">Raja Yoga</span></span></strong><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN"> dari <em><span style="font-style: italic;">Patanjali</span></em> umumnya juga disebut <strong><span style="font-weight: bold;">Ashtanga Yoga</span></strong> yaitu <strong><span style="font-weight: bold;">Yoga</span></strong> dengan delapan lengan (tahapan); melalui  pempraktekannya, kebebasan dapat dicapai. Kedelapan lengan tersebut adalah: <em><span style="font-style: italic;">Yama, Niyama, ?sana, Pranayama, Pratyahara, Dharana, Dhyana</span></em>, dan <em><span style="font-style: italic;">Samãdhi</span></em>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Delapan tahap ini telah tersusun sedemikian rupa secara ilmiah. Mereka merupakan langkah-langkah alamiah dalam sebuah tangga yang mengantarkan manusia menuju <em><span style="font-style: italic;">sifat-sifat kedewataannya yang sejati</span></em>. Semua jaring-jaring yang melekatkan <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em> pada <em><span style="font-style: italic;">Prakriti </span></em>dipotong secara pasti. Pemutusan ini membebaskan <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em> untuk menikmati Kebebasan, <em><span style="font-style: italic;">Kaivalya Moksha</span></em>. Inilah <em><span style="font-style: italic;">tujuan</span></em> dari <strong><span style="font-weight: bold;">Raja Yoga</span></strong>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-style: italic;" lang="IN">Yama </span></span></em><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN">dan<em><span style="font-style: italic;"> Niyama</span></em></span></span><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN"> memurnikan perbuatan seseorang dan menjadikannya lebih <em><span style="font-style: italic;">Sattvik.</span></em> <em><span style="font-style: italic;">Tamas</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">Rajas</span></em> —yang merupakan pilar-pilar kokoh <strong><span style="font-weight: bold;">Samsara</span></strong>—diruntuhkan dengan sepuluh kanon dari <em><span style="font-style: italic;">Yama </span></em>dan <em><span style="font-style: italic;">Niyama (Panca Yama </span></em>dan<em><span style="font-style: italic;"> Panca Niyama Brata);</span></em> kesucian batinpun meningkat. Sifat-sifat individu menjadi <em><span style="font-style: italic;">Sattvik</span></em>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-style: italic;" lang="IN">?sana</span></span></em><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN"> memberi kemampuan pada individu untuk mengendalikan impuls-impuls <em><span style="font-style: italic;">Rajasik</span></em>; dan pada saat yang bersamaan membentuk landasan kuat <em><span style="font-style: italic;">Antaranga Sadhana</span></em>, atau proses <strong><span style="font-weight: bold;">Yoga</span></strong> di dalam (yang membentuk suatu <em><span style="font-style: italic;">sikap-batin luhur</span></em>—pen.).</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-style: italic;" lang="IN">Pranayama</span></span></em><span style="font-family: Georgia;"><span style="font-family: Georgia;" lang="IN"> mengantarkan penekun bertatap-muka secara langsung dengan <em><span style="font-style: italic;">Prinsip-Kehidupan</span></em> (<em><span style="font-style: italic;">Life-Principle</span></em>). Kendalikan <em><span style="font-style: italic;">Prinsip-Kehidupan</span></em>; ini memberikan suatu pandangan mendalam pada kekuatan yang memotivasinya. Ia dibuat sadar atas fakta bahwasanya <em><span style="font-style: italic;">keinginan</span></em> menjaga kekuatan-hidup. Keinginanlah yang menyebabkan  terjadinya eksternalisasi pikiran. Keinginanlah tempat peraduan dari <em><span style="font-style: italic;">Vritti-vritti</span></em>. <em><span style="font-style: italic;">Vritti-vritti</span></em> bersama-sama membentuk pikiran, dan pikiranlah yang menghubungkan <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em> dengan <em><span style="font-style: italic;">Prakriti</span></em>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Bila pikiran hancur, maka <em><span style="font-style: italic;">Vritti-vritt</span></em><em><span style="font-style: italic;">i</span></em> pun terkikis. Bila <em><span style="font-style: italic;">Vritti-vritti</span></em> terkikis, maka keinginanpun akan tercabut hingga ke akar-akarnya. Sang Yogi lalu dengan cepat bisa menarik ke dalam semua sinar pikirannya dari tenaga penggeraknya yang ada di luar. Proses inilah yang disebut dengan <em><span style="font-style: italic;">Pratyahara.</span></em></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Guna menemukan akar dari pikiran, yang merupakan benih-keinginan, ia membutuhkan sinar yang menerangi seluruh pikirannya. Pada saat yang bersamaan, sinar itu memberi kekuatan untuk bertahan terhadap eksternalisasi pikiran dan memutuskan lingkaran setan itu, memutuskan hubungan keinginan untuk memanifestasikan dirinya lagi akibat adanya aktivitas pikiran itu sendiri. Sorotan sinar yang terkonsentrasi ini akan terpancar langsung ke akar dari pikiran itu sendiri; dan pikiran pun terpegang dan terawasi. Inilah yang dinamakan <em><span style="font-style: italic;">Dharana</span></em>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Nah&#8230;.kesadaran yang telah sedemikian lamanya mengalir keluar, kini terkumpul kembali dan mengalir kembali menuju sumbernya, yakni <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em> yang ada di dalam. Inilah proses dalam <em><span style="font-style: italic;">Dhyana</span></em>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Hubungan dengan <em><span style="font-style: italic;">Prakriti</span></em> kini telah sirna. <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em> mengalami kondisi kebebasan transendental —<em><span style="font-style: italic;">Kaivalya</span></em>— dalam <em><span style="font-style: italic;">Nirvikalpa Samãdhi</span></em>. Kebodohan pun hancur kini. <em><span style="font-style: italic;">Purusha</span></em> kini menyadari bahwa kesadaran-Nyalah yang memberi kekuatan pada <em><span style="font-style: italic;">Prakriti</span></em> untuk menyenangkan- Nya, memberi-Nya kenikmatan, menyelubungi- Nya, dan akhirnya membelenggu- Nya. Ia kini menikmati kebahagiaan yang merupakan sifat sejati-Nya, dan tetap tinggal bebas dan penuh kebahagiaan selamanya (<em><span style="font-style: italic;">Anandam</span></em>). Semua bentuk-bentuk pemikiran sirna untuk selamanya dalam <em><span style="font-style: italic;">Nirvikalpa Samãdhi</span></em>. <em><span style="font-style: italic;">Benih-benih keinginan</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">V?sana</span></em> serta <em><span style="font-style: italic;">Samskara</span></em> hangus sepenuhnya; inilah yang disebut dengan <em><span style="font-style: italic;">Nirbija Samãdhi</span></em>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Sang Yogi yang berada dalam Status Tertinggi ini kehilangan seluruh <em><span style="font-style: italic;">kesadaran eksternalnya</span></em>, demikian pula halnya dengan semua <em><span style="font-style: italic;">kesadaran dualitas</span></em> atau <em><span style="font-style: italic;">kebhinekaannya</span></em>; beliau bahkan kehilangan ide tentang <em><span style="font-style: italic;">aku</span></em>-nya (<em><span style="font-style: italic;">Asmita</span></em>) dalam <em><span style="font-style: italic;">Asamprajñata Samãdhi</span></em>. Inilah <em><span style="font-style: italic;">Status Tertinggi</span></em> dimana <em><span style="font-style: italic;">Sang Purusha</span></em> berada mantap dalam <em><span style="font-style: italic;">Svarupa</span></em>-Nya.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-weight: bold;" lang="IN">TEKUNLAH WAHAI PENEKUN SEJATI!</span></span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Jangan berkhayal bahwa Anda seorang <em><span style="font-style: italic;">Uttama Adhikari</span></em>, dimana Anda cukup duduk bermeditasi dan langsung tercerap dalam <em><span style="font-style: italic;">Samãdhi</span></em>. Anda akan mengalami kejatuhan yang mengenaskan. Setelah berlatih bertahun-tahun sekalipun Anda tidak akan memperoleh suatu kemajuan yang berarti, karena jauh di  dalam lubuk-hatimu masih bersembunyi <em><span style="font-style: italic;">keinginan-keinginan</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">keserakahan</span></em>, <em><span style="font-style: italic;">Vritti-vritti</span></em> yang berada jauh dari jangkauan Anda.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Tekunlah! Lakukanlah analisis yang cermat terhadap hati dan pikiranmu. Walau Anda seorang penekun kelas wahid sekalipun, anggaplah diri hanya sebagai penekun kelas terendah dan latihlah selalu kedelapan tahapan <em><span style="font-style: italic;">Sadhana</span></em>, seperti yang diuraikan oleh <strong><span style="font-weight: bold;">Raja Yoga</span></strong>. Semakin banyak waktu yang Anda habiskan pada dua langkah pertama, yakni <em><span style="font-style: italic;">Yama </span></em>dan<em><span style="font-style: italic;"> Niyama</span></em>, semakin sedikit nantinya waktu yang akan Anda perlukan untuk mencapai kesempurnaan meditasi. Memang persiapan membutuhkan waktu cukup lama. Tapi jangan menunggu hingga <em><span style="font-style: italic;">sempurna</span></em> dalam <em><span style="font-style: italic;">Yama </span></em>dan<em><span style="font-style: italic;"> Niyama</span></em>, sebelum melangkah menuju <em><span style="font-style: italic;">?sana, Pranayama</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">meditasi.</span></em></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia;" lang="IN">Cobalah meraih kemantapan dalam <em><span style="font-style: italic;">Yama </span></em>dan<em><span style="font-style: italic;"> Niyama</span></em>, dan pada saat yang bersamaan latihlah <em><span style="font-style: italic;">?sana, Pranayama</span></em> dan <em><span style="font-style: italic;">meditasi</span></em> sebanyak Anda bisa. Dengan demikian keberhasilan akan lebih cepat tercapai. Andapun akan lebih cepat tercerap ke dalam <em><span style="font-style: italic;">Nirvikalpa Samãdhi</span></em> dan mencapai <em><span style="font-style: italic;">Kaivalya Moksha</span></em>. Bagaimana kondisi tertinggi tersebut?; tak seorangpun pernah mengutarakannya, karena sesungguhnya terlampau terbatas kata-kata guna mengungkapkannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-family: Georgia; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Georgia; font-style: italic;" lang="IN">Berlatihlah dengan tekun, wahai penekun sejati, realisasikanlah <strong><span style="font-weight: bold;">Sang Diri-Jati</span></strong>. Semoga engkau bersinar laksana seorang Yogi sempurna dalam kehidupan ini!</span></span></em></p>
<!-- google_ad_section_end -->

<p>BACA ARTIKEL LAINNYA DIBAWAH:<ol><li><a href='http://1paranormal.com/yoga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: yoga'>yoga</a> <small>“Yoga” is a Sanskrit word that means “to join.” Yoga...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/yoga-haram.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: yoga haram?'>yoga haram?</a> <small>yoga  yang berasal dari masyarakat Hindu sebelum Masehi ternyata merupakan ...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/yoga-practitioners.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: yoga practitioners'>yoga practitioners</a> <small> Anyone embarking on the journey of yoga will face...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/slim-and-trim-with-yoga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: slim and trim with yoga'>slim and trim with yoga</a> <small>Yoga’s power to create a state of mental and physical...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/taking-the-sress-out-of-vacations-with-yoga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Taking The Sress Out Of Vacations With Yoga'>Taking The Sress Out Of Vacations With Yoga</a> <small>Even during vacations we are still attacked by outside stressful...</small></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1paranormal.com/raja-yoga.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gayatri Mantra</title>
		<link>http://1paranormal.com/gayatri-mantra.html</link>
		<comments>http://1paranormal.com/gayatri-mantra.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 06:55:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>1paranormal.com</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[yoga]]></category>

		<category><![CDATA[Gayatri]]></category>

		<category><![CDATA[Mantra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1paranormal.com/?p=1134</guid>
		<description><![CDATA[Sri Krishna di dalam Bhagavat-Gita bersabda kepada Sri Arjuna, bahwasanya diantara berbagai mantra, maka Gayatri Mantra adalah yang tertinggi sifatnya dan Beliau sendiri adalah pengejawantahan dari esensi mantra ini. Ada dua versi mantra Gayatri yang paling populer diantara berbagai jenis mantra-mantra Gayatri. Yang pertama adalah seperti berikut ini :

GAYATRI MANTRA

OM
BHUR, OM BWAH, OM SWAH,
Om Tat [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- google_ad_section_start --><p><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-family: verdana; color: #000000;">Sri Krishna di dalam Bhagavat-Gita bersabda kepada Sri Arjuna, bahwasanya diantara berbagai mantra, maka Gayatri Mantra adalah yang tertinggi sifatnya dan Beliau sendiri adalah pengejawantahan dari esensi mantra ini. Ada dua versi mantra Gayatri yang paling populer diantara berbagai jenis mantra-mantra Gayatri. Yang pertama adalah seperti berikut ini :</span></p>
<p><span id="more-1134"></span></p>
<div><strong>GAYATRI MANTRA</strong></div>
<p><span style="color: red;"><strong></strong></span></p>
<div><strong>OM</strong></p>
<p><strong>BHUR, OM BWAH, OM SWAH,</strong></p>
<p><strong>Om Tat Savetur Varenyam</strong></p>
<p><strong>Bhargo Devasya Dimahi,</strong></p>
<p><strong>Dhiyo Yonah Prachodayat</strong></div>
<p><strong></strong></p>
<p>Mantra ini disebut juga dengan nama Savitri Mantra, karena sebenarnya didedikasikan ke seorang dewa yang bernama Savitr.</p>
<p>Ada juga sebutan Savitri-gayatri di buku-buku kuno, dan mantra ini ditujukan pada zaman tersebut pada Dewa Surya secara kaidah-kaidah yang terdapat di dalam Veda, dan hal ini juga disebut sebagai Gayatri. Kaidah ini disebut:<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<div><strong><span style="color: red;">“Om Tat-Savitur-Varenyam</p>
<div><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-9307707763571843";
/* post */
google_ad_slot = "4236818638";
google_ad_width = 728;
google_ad_height = 90;
// --></script><br />
<script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"></script></div>
<p>Bhargo Devasya Dhimahi</p>
<p>Dhiyo yo Nah Pracodayat”<br />
</span></strong></div>
<div style="text-align: left;"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-family: verdana; color: #000000;">Apakah mantra Gayatri ini sebenarnya dan apakah manfaatnya, sehingga sedemikian agungnya mantra ini? Konon Gayatri sendiri yang adalah manifestasi dari lima bentuk bunda alam-semesta ini bersifat maha prakriti (Maya, ilusi Ilahi). Kelima dewi ini adalah Saraswati-Laksmi-Durga-Uma dan Kali, yang membaur menjadi satu bentuk dominan di seluruh alam semesta ini, baik di alam buana-alit maupun buana-agung. Gayatri lahir dari Sang Pencipta Brahma pada awal penciptaan dunia ini yang tersirat di Veda sebagai mantra yang bersifat universal, yaitu suatu bentuk Pengagungan dari Yang Maha Kuasa dalam bentuk seorang Bunda alam-semesta itu sendiri dengan kelima bentuk kewajibanNya. Itulah sebabnya walaupun memiliki hanya satu raga, Beliau berkepala kelima dewi di atas tersebut. Dewi Saraswati adalah lambang dari ilmu pengetahuan, sastra, agama, literatur, keindahan dan seni budaya. Tanpa Beliau, manusia hidup seperti ibaratnya fauna yang tidak berbudi-pekerti. Dewi Laksmi adalah lambang dari kejayaan, kekuatan, kemakmuran dan sebagainya. Beliau adalah shaktinya Dewa Vishnu Sang Pemelihara alam semesta ini, sedangkan Dewi Saraswati adalah shaktinya Dewa Brahma Sang Pencipta. Durga adalah berkuasa di atas segala bentuk kebatilan, asuras dan bentuk-bentuk yang bersifat iblis; barang siapa memuja Beliau dipastikan akan dijauhkan dari segala mara-bahaya yang ditimbulkan oleh berbagai asura ini. Di Indonesia ada konsep yang salah mengenai Durga ini, Beliau dianggap sebagai ratunya para setan-dedemit, padahal Beliau ini menguasai mereka dan tanpa Beliau semua unsur iblis ini akan meraja-lela tidak terkendali. Di India dan di seluruh dunia Beliau adalah Dewi yang paling dipuja demi mendapatkan imbalan-imbalan duniawi, disamping Laksmi dan Dewa Ganeshya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Dewi Uma atau Prathivi, atau Pertiwi adalah juga isteri atau shakti dari Shiva Mahadewa. Beliau adalah ibu Pertiwi ini merupakan Tuhan insan Hindu yang pertama-tama harus dipuja. Sedangkan Kali, lahir dari Shiva itu sendiri dan akhirnya “membunuh” Shiva dengan kekuatannya. Sebuah simbolisasi dari Sang Waktu (Kala dan Kali), yang maha dominan dan abadi. Dewa-dewi boleh berakhir tugas, tetapi tidak Sang Kala ataupun Sang Kali. Secara spiritual Gayatri dianggap hadir selama 9 bulan 10 hari di dalam rahim seorang ibu yang sedang mengandung, dan selama itu pula sang jabang bayi belajar akan hakikat Tuhan Yang Maha esa dengan segala fenomenaNya baik di alam bumi ini maupun di buana-agung dimana Beliau senantiasa maha hadir dimana saja. Sewaktu seorang jabang bayi lahir, ia menangis pertama kali, dan setiap bayi selalu merneriakkan uah, uah. Menurut para ahli spiritual Hindu, kata pertama yang keluar dari mulut sang bayi, bangsa apapun ia dan lahir dimanapun, ia adalah : Aum, Aum, Aum, karena tiba-tiba sang jabang bayi kehilangan Gayatri. Oleh karena itu sewaktu dibabtiskan beberapa hari kemudian, versi pertama gayatri ini oleh sang ayah akan dimanterakan di telinga sang jabang bayi, agar ia sadar kembali akan hakikat kehidupannya di dunia ini.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<div><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-9307707763571843";
/* post */
google_ad_slot = "4236818638";
google_ad_width = 728;
google_ad_height = 90;
// --></script><br />
<script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"></script></div>
<p>Sayang sekali hampir semua ayah tidak sadar akan makna mantra ini, dan hampir semua pendeta yang melakukan upacara untuk si bayi ini lebih terbius dengan pembayaran yang akan diterimanya. Lambat-laun hilanglah hakikat sesungguhnya dari mantra yang teramat sakral ini. Sesungguhnya mantra yang utama ini diperuntukkan demi majunya jalan spiritual seseorang dan bukan untuk mendapatkan pahala-pahala seperti keselamatan, rezeki dan kekayaan. Dengan mengulang-ulang mantra ini seseorang akan dibersihkan dari berbagai kekotoran duniawinya, namun itu baru bisa terjadi seandainya pemahaman seseorang akan mantra ini sempurna. Kalau hanya mengulang-ulang ibarat burung beo, maka yang didapatkannya hanyalah kebodohan belaka. Pemahaman yang baik akan mantra ini akan mengungkap Sang Jati Diri yang bersemayam di dalam diri kita melalui dhyana yang berkesinambungan dan tanpa pamrih. Dan dhyana ini seharusnya dibukakan oleh seorang guru yang telah berstatus dwijati dan non-pamrih dalam segala hal. Pada saat seseorang berguru, inilah mantra Gayatri versi kedua diberikan kepadanya secara spiritual, dan ini disebutkan kelahiran kembali (kedua kalinya). Versi kedua akan kami utarakan pada keterangan-keterangan berikutnya. Biasanya untuk mendapatkan jalan dhyana ini seseorang akan diminta untuk menyiapkan dirinya menjadi vegetarian total, dan bersikap total ahimsa dan non-pamrih dalam segala hal, walaupun hidup secara duniawi secara wajar-wajar saja.</p>
<p></span></div>
<div style="text-align: left;"><span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-family: verdana; color: #000000;">Apakah mantra Gayatri ini sebenarnya dan apakah manfaatnya, sehingga sedemikian agungnya mantra ini? Konon Gayatri sendiri yang adalah manifestasi dari lima bentuk bunda alam-semesta ini bersifat maha prakriti (Maya, ilusi Ilahi). Kelima dewi ini adalah Saraswati-Laksmi-Durga-Uma dan Kali, yang membaur menjadi satu bentuk dominan di seluruh alam semesta ini, baik di alam buana-alit maupun buana-agung. Gayatri lahir dari Sang Pencipta Brahma pada awal penciptaan dunia ini yang tersirat di Veda sebagai mantra yang bersifat universal, yaitu suatu bentuk Pengagungan dari Yang Maha Kuasa dalam bentuk seorang Bunda alam-semesta itu sendiri dengan kelima bentuk kewajibanNya. Itulah sebabnya walaupun memiliki hanya satu raga, Beliau berkepala kelima dewi di atas tersebut. Dewi Saraswati adalah lambang dari ilmu pengetahuan, sastra, agama, literatur, keindahan dan seni budaya. Tanpa Beliau, manusia hidup seperti ibaratnya fauna yang tidak berbudi-pekerti. Dewi Laksmi adalah lambang dari kejayaan, kekuatan, kemakmuran dan sebagainya. Beliau adalah shaktinya Dewa Vishnu Sang Pemelihara alam semesta ini, sedangkan Dewi Saraswati adalah shaktinya Dewa Brahma Sang Pencipta. Durga adalah berkuasa di atas segala bentuk kebatilan, asuras dan bentuk-bentuk yang bersifat iblis; barang siapa memuja Beliau dipastikan akan dijauhkan dari segala mara-bahaya yang ditimbulkan oleh berbagai asura ini. Di Indonesia ada konsep yang salah mengenai Durga ini, Beliau dianggap sebagai ratunya para setan-dedemit, padahal Beliau ini menguasai mereka dan tanpa Beliau semua unsur iblis ini akan meraja-lela tidak terkendali. Di India dan di seluruh dunia Beliau adalah Dewi yang paling dipuja demi mendapatkan imbalan-imbalan duniawi, disamping Laksmi dan Dewa Ganeshya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Dewi Uma atau Prathivi, atau Pertiwi adalah juga isteri atau shakti dari Shiva Mahadewa. Beliau adalah ibu Pertiwi ini merupakan Tuhan insan Hindu yang pertama-tama harus dipuja. Sedangkan Kali, lahir dari Shiva itu sendiri dan akhirnya “membunuh” Shiva dengan kekuatannya. Sebuah simbolisasi dari Sang Waktu (Kala dan Kali), yang maha dominan dan abadi. Dewa-dewi boleh berakhir tugas, tetapi tidak Sang Kala ataupun Sang Kali. Secara spiritual Gayatri dianggap hadir selama 9 bulan 10 hari di dalam rahim seorang ibu yang sedang mengandung, dan selama itu pula sang jabang bayi belajar akan hakikat Tuhan Yang Maha esa dengan segala fenomenaNya baik di alam bumi ini maupun di buana-agung dimana Beliau senantiasa maha hadir dimana saja. Sewaktu seorang jabang bayi lahir, ia menangis pertama kali, dan setiap bayi selalu merneriakkan uah, uah. Menurut para ahli spiritual Hindu, kata pertama yang keluar dari mulut sang bayi, bangsa apapun ia dan lahir dimanapun, ia adalah : Aum, Aum, Aum, karena tiba-tiba sang jabang bayi kehilangan Gayatri. Oleh karena itu sewaktu dibabtiskan beberapa hari kemudian, versi pertama gayatri ini oleh sang ayah akan dimanterakan di telinga sang jabang bayi, agar ia sadar kembali akan hakikat kehidupannya di dunia ini.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Sayang sekali hampir semua ayah tidak sadar akan makna mantra ini, dan hampir semua pendeta yang melakukan upacara untuk si bayi ini lebih terbius dengan pembayaran yang akan diterimanya. Lambat-laun hilanglah hakikat sesungguhnya dari mantra yang teramat sakral ini. Sesungguhnya mantra yang utama ini diperuntukkan demi majunya jalan spiritual seseorang dan bukan untuk mendapatkan pahala-pahala seperti keselamatan, rezeki dan kekayaan. Dengan mengulang-ulang mantra ini seseorang akan dibersihkan dari berbagai kekotoran duniawinya, namun itu baru bisa terjadi seandainya pemahaman seseorang akan mantra ini sempurna. Kalau hanya mengulang-ulang ibarat burung beo, maka yang didapatkannya hanyalah kebodohan belaka. Pemahaman yang baik akan mantra ini akan mengungkap Sang Jati Diri yang bersemayam di dalam diri kita melalui dhyana yang berkesinambungan dan tanpa pamrih. Dan dhyana ini seharusnya dibukakan oleh seorang guru yang telah berstatus dwijati dan non-pamrih dalam segala hal. Pada saat seseorang berguru, inilah mantra Gayatri versi kedua diberikan kepadanya secara spiritual, dan ini disebutkan kelahiran kembali (kedua kalinya). Versi kedua akan kami utarakan pada keterangan-keterangan berikutnya. Biasanya untuk mendapatkan jalan dhyana ini seseorang akan diminta untuk menyiapkan dirinya menjadi vegetarian total, dan bersikap total ahimsa dan non-pamrih dalam segala hal, walaupun hidup secara duniawi secara wajar-wajar saja.</p>
<p></span></div>
<div style="text-align: left;">havana - kaskus</div>
<!-- google_ad_section_end -->

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1paranormal.com/gayatri-mantra.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>yoga haram?</title>
		<link>http://1paranormal.com/yoga-haram.html</link>
		<comments>http://1paranormal.com/yoga-haram.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 05:27:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>1paranormal.com</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[yoga]]></category>

		<category><![CDATA[haram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1paranormal.com/?p=1131</guid>
		<description><![CDATA[yoga  yang berasal dari masyarakat Hindu sebelum Masehi ternyata merupakan  gabungan gerakan fisik, unsur religius, doa dan pemujaan untuk mendapatkan ketenangan yang akhirnya seolah-olah sudah menyatu dirinya dengan tuhan.  Ini tidak sesuai dan merusak akidah. Jika yoga dilakukan secara sistematik yang mengandung ketiga unsur tadi maka hal itu bertentangan dengan syariat Islam. Haram hukumnya. Tapi [...]


BACA ARTIKEL LAINNYA DIBAWAH:<ol><li><a href='http://1paranormal.com/yoga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: yoga'>yoga</a> <small>“Yoga” is a Sanskrit word that means “to join.” Yoga...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/yoga-practitioners.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: yoga practitioners'>yoga practitioners</a> <small> Anyone embarking on the journey of yoga will face...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/slim-and-trim-with-yoga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: slim and trim with yoga'>slim and trim with yoga</a> <small>Yoga’s power to create a state of mental and physical...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/raja-yoga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Raja Yoga'>Raja Yoga</a> <small>FILOSOFI DARI YOGA. Disebutkan bahwasanya penemu dari Yoga klasik adalah...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/taking-the-sress-out-of-vacations-with-yoga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Taking The Sress Out Of Vacations With Yoga'>Taking The Sress Out Of Vacations With Yoga</a> <small>Even during vacations we are still attacked by outside stressful...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- google_ad_section_start --><p>yoga  yang berasal dari masyarakat Hindu sebelum Masehi ternyata merupakan  gabungan gerakan fisik, unsur religius, doa dan pemujaan untuk mendapatkan ketenangan yang akhirnya seolah-olah sudah menyatu dirinya dengan tuhan.  Ini tidak sesuai dan merusak akidah. Jika yoga dilakukan secara sistematik yang mengandung ketiga unsur tadi maka hal itu bertentangan dengan syariat Islam. Haram hukumnya. Tapi jika melakukan <strong>yoga sebagai suatu senam atau olah raga saja itu tidak diharamkan</strong></p>
<p><span id="more-1131"></span></p>
<p>Yoga sebagai suatu cara untuk meningkatkan kesehatan telah menjadi gaya hidup yang popular dan meluas di mancanegara, baik di negara muslim maupun non muslim. Yoga center bahkan merebak di Arab Saudi dan United Arab Emirates menjadi suatu gaya hidup sehat.</p>
<div align="center"><script type="text/javascript"><!--
zone = "31";
pl = "5500";
shape = "1";
c_border = "FFFFFF";
c_background = "FFFFFF";
c_text1 = "000000";
c_text2 = "000000";
c_text3 = "000000";
c_text4 = "000000";
c_text5 = "000000";
c_text6 = "000000";
c_text7 = "008000";
c_text8 = "000000";
url = "http://www.ppcindo.com";
//--></script><br />
<script type="text/javascript" src="http://www.ppcindo.com/show.js"></script>
</div>
<p>Di Iran, yang dikenal sebagai Islam garis keras, yoga juga sangat populer di sana, bahkan ada kelas untuk anak-anak. Begitu juga dengan di Indonesia, advokat terkenal dan pejuang demokrasi Adnan Buyung Nasution mengaku kini rajin mengikuti yoga untuk menjaga kebugaran dan kesehatannya</p>
<p>berita di Indonesia seolah-olah yoga telah dilarang di Malaysia. <strong>Yang dilarang adalah jika kegiatan itu diikuti oleh pembacaan doa-doa Hindu dan meditasi yang menyatukan diri dengan tuhan</strong>. Jika hanya ikuti gerakan fisiknya, tidak dilarang, tapi <span style="text-decoration: underline;">MUI Malaysia hanya menyarankan umat Islam untuk tidak ikuti senam yoga, karena khawatir masuk terlalu jauh.</span></p>
<div align="center"><script type="text/javascript"><!--
zone = "31";
pl = "5500";
shape = "1";
c_border = "FFFFFF";
c_background = "FFFFFF";
c_text1 = "000000";
c_text2 = "000000";
c_text3 = "000000";
c_text4 = "000000";
c_text5 = "000000";
c_text6 = "000000";
c_text7 = "008000";
c_text8 = "000000";
url = "http://www.ppcindo.com";
//--></script><br />
<script type="text/javascript" src="http://www.ppcindo.com/show.js"></script>
</div>
<p>Melakukan yoga tidak sama dengan menganut agama Budha atau Hindu. Yoga yang dilaksanakan di Indonesia adalah olahraga yang menggabungkan antara pikiran dan jiwa. Sama saja kalau kita mau yang lain seperti, kita juga harus menenangkan pikiran lebih dahulu. Juga seperti olahraga bela diri, ada meditasi di awal untuk menenangkan pikiran</p>
<!-- google_ad_section_end -->

<p>BACA ARTIKEL LAINNYA DIBAWAH:<ol><li><a href='http://1paranormal.com/yoga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: yoga'>yoga</a> <small>“Yoga” is a Sanskrit word that means “to join.” Yoga...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/yoga-practitioners.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: yoga practitioners'>yoga practitioners</a> <small> Anyone embarking on the journey of yoga will face...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/slim-and-trim-with-yoga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: slim and trim with yoga'>slim and trim with yoga</a> <small>Yoga’s power to create a state of mental and physical...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/raja-yoga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Raja Yoga'>Raja Yoga</a> <small>FILOSOFI DARI YOGA. Disebutkan bahwasanya penemu dari Yoga klasik adalah...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/taking-the-sress-out-of-vacations-with-yoga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Taking The Sress Out Of Vacations With Yoga'>Taking The Sress Out Of Vacations With Yoga</a> <small>Even during vacations we are still attacked by outside stressful...</small></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1paranormal.com/yoga-haram.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Untuk Si Kafir</title>
		<link>http://1paranormal.com/renungan-untuk-si-kafir.html</link>
		<comments>http://1paranormal.com/renungan-untuk-si-kafir.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 09:03:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>1paranormal.com</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[alam gaib]]></category>

		<category><![CDATA[herbal]]></category>

		<category><![CDATA[dunia lain]]></category>

		<category><![CDATA[syaitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1paranormal.com/?p=1124</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah dunia lain ada 2 syaitan yang sedang berbincang-bincang, antara 2 syaitan tersebut tampak perbedaan yang sangat mencolok, syaitan yang satu berbaju bagus, gemuk, dan baunya wangi tampak sehat bugar..namun setan yang lain tampak sangat berbeda, syaitan yang lain ini tampak tak pakai baju, kurus kering, dan baunya sangat menyengat bagi para syaitan lain, [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- google_ad_section_start --><p style="text-align: justify;">Di sebuah dunia lain ada <strong>2 syaitan</strong> yang sedang berbincang-bincang, <strong>antara 2 syaitan</strong> tersebut tampak perbedaan yang sangat mencolok, syaitan yang satu berbaju bagus, gemuk, dan baunya wangi tampak sehat bugar..namun setan yang lain tampak sangat berbeda, syaitan yang lain ini tampak tak pakai baju, kurus kering, dan baunya sangat menyengat bagi para syaitan lain, mengapa kira-kira kok bisa seperti itu ? jawabannya ada pada perbincangan mereka dan inilah kata2 dalam perbincangan tersebut…</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1124"></span></p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Syaitan Gemuk : ” <strong>Wahai kawan</strong>, kenapa kamu tidak pakai baju, badan kurus kering dan baumu tidak enak seprti ini ?”</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Syaitan Kurus : ” <strong>Sobat</strong>, aku seperti ini karena tugas yang aku tanggung sangat berat, orang yang harus aku goda sangat beriman, ketika dia mau makan dia selalu berdoa, sehingga aku tidak bisa ikut merasakan makanannya dan akirnya kurus kering seperti ini, ketika dia mau mandi dia selalu berdoa sehingga badanku tidak ikut mandi dan berbau seperti ini, dan ketika dia mau memakai baju dia juga selalu berdo’a sehingga aku juga tidak bisa berpakaian seperti dia, dan dalam hal-hal lain dia juga selalu berdo’a, sehingga aku juga tidak terawat dalam segala hal..”</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Syaitan Gemuk : “<strong>malang sekali nasibmu kawan</strong>, berbeda denganku, tugasku sangat mudah, orang yang aku goda adalah seoarang kafir, dia tidak pernah menyebutkan do’a sekalipun dalam hidupnya, sehingga aku bisa masuk ke dalam tubuhnya secara leluasa dan mendapatkan apa yang aku inginkan hanya dengan sedikit bisikan di telinganya..”</p>
<div><script type="text/javascript"><!--
zone = "31";
pl = "5500";
shape = "1";
c_border = "FFFFFF";
c_background = "FFFFFF";
c_text1 = "000000";
c_text2 = "000000";
c_text3 = "000000";
c_text4 = "000000";
c_text5 = "000000";
c_text6 = "000000";
c_text7 = "008000";
c_text8 = "000000";
url = "http://www.ppcindo.com";
// --></script><br />
<script src="http://www.ppcindo.com/show.js" type="text/javascript"></script></div>
<p>Syaitan Kurus : “<strong>Betapa indahnya hidupmu sobat</strong>…tidak sepertiku, orang yang aku goda ini benar-benar sulit kugoda sehingga aku sengsara..”   Nah itu cuplikan pembicaraan antar 2 syaitan yang berbeda, dari pembicaraan diatas banyak sekali hal yang bisa kita petik, salah satunya adalah bahwa <strong>syaitan selalu berada di sekitar kita</strong>, dimana mereka akan selalu siap untuk menerkam masuk kedalam tubuh kita dan menikmati segala sesuatu yang kita lakukan, mereka selalu mencari cara untuk bisa bersatu dengan kita, membawa kita ke tingkah laku mereka, keinginan mereka, menyeret kita ke dalam jurang dosa yang sudah menjadi hak mereka, mereka berharap kita ikut bersama mereka.  Namun semua itu dapat ditangkal, kita tolak, kita hindari dengan satu cara, satu hal yang memang <strong>dianjurkan oleh-Nya, satu cara tersebut adalah do’a</strong>.</p>
<div><script type="text/javascript"><!--
zone = "31";
pl = "5500";
shape = "1";
c_border = "FFFFFF";
c_background = "FFFFFF";
c_text1 = "000000";
c_text2 = "000000";
c_text3 = "000000";
c_text4 = "000000";
c_text5 = "000000";
c_text6 = "000000";
c_text7 = "008000";
c_text8 = "000000";
url = "http://www.ppcindo.com";
// --></script><br />
<script src="http://www.ppcindo.com/show.js" type="text/javascript"></script></div>
<p><a rel="nofollow" target="_blank" href="http://ekodok.com/renungan-untuk-si-kafir.html" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/ekodok.com/renungan-untuk-si-kafir.html?referer=');">http://ekodok.com/renungan-untuk-si-kafir.html</a></p>
<!-- google_ad_section_end -->

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1paranormal.com/renungan-untuk-si-kafir.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menyerahkan Kesuksesan Kita Kepada Orang Lain</title>
		<link>http://1paranormal.com/menyerahkan-kesuksesan-kita-kepada-orang-lain.html</link>
		<comments>http://1paranormal.com/menyerahkan-kesuksesan-kita-kepada-orang-lain.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 14:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>1paranormal.com</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1paranormal.com/?p=1120</guid>
		<description><![CDATA[Anda mungkin pernah mendengar orang mengatakan; &#8220;gue yang susah-susah membangun semuanya ini, tapi yang menikmatinya malah orang-orang sesudah gue.&#8221;  Sounds familiar ya? Benar. Karena memang banyak orang yang merasa berat untuk merelakan orang lain menikmati sukses itu. Jadi, tidak mengherankan jika ada orang yang merasa bahwa semua jerih payah yang sudah dilakukannya belum tertebus. [...]


BACA ARTIKEL LAINNYA DIBAWAH:<ol><li><a href='http://1paranormal.com/rahasia-esp-untuk-kesuksesan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: rahasia ESP untuk kesuksesan'>rahasia ESP untuk kesuksesan</a> <small>kesuksesan adalah sebuah kata yang paling diidamkan oleh setiap manusia....</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/apakah-intuisi-kita-benar.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah intuisi kita benar?'>Apakah intuisi kita benar?</a> <small>Kita sering takut intuisi kita salah. Kita sering meragukan kesimpulan...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/ilmu-gaib-pelumpuh-orang.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ilmu gaib pelumpuh orang'>Ilmu gaib pelumpuh orang</a> <small> Ilmu gaib pelumpuh orang dzolim sangat berguna untuk melumpuhkan...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- google_ad_section_start --><p>Anda mungkin pernah mendengar orang mengatakan; &#8220;gue yang susah-susah membangun semuanya ini, tapi yang menikmatinya malah orang-orang sesudah gue.&#8221;  Sounds familiar ya? Benar. Karena memang banyak orang yang merasa berat untuk merelakan orang lain menikmati sukses itu. Jadi, tidak mengherankan jika ada orang yang merasa bahwa semua jerih payah yang sudah dilakukannya belum tertebus. Sehingga, dia merasa pantas untuk mendapatkan semua imbalannya. Lantas berebut mendapatkan kedudukan. Dan berusaha mati-matian untuk mempertahankannya selama mungkin.<br />
<span id="more-1120"></span><br />
Dalam salah satu sesi radio talkshow, seorang pendengar menelepon kami. Ketika itu kami sedang membahas tentang pelajaran yang disampaikan seekor kupu-kupu kepada manusia. Kita belajar bagaimana sang ulat yang buruk rupa berupaya keras membangun dirinya, hingga kemudian berhasil bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang indah. Kata sang penelepon;&#8221;Tapi, setelah sang ulat sukses menjadi kupu-kupu indah malah cepat menjadi mati. Mengapa mesti begitu?&#8221;</p>
<p>Saya beruntung mendapatkan pertanyaan serupa itu. Karena pertanyaan itu membawa kita kepada sebuah kesadaran akan banyak hal. Bagi saya, perilaku yang ditunjukkan oleh sang kupu-kupu mengisyaratkan tiga hal penting. Pertama, kesadaran tentang betapa kita bertanggung jawab untuk mempersiapkan generasi penerus, atau yang biasa kita sebut sebagai talent management. Kedua, kesadaran atas betapa indahnya membebaskan diri dari sifat monopoli dan keserakahan. Dan ketiga, kesadaran tentang hadiah terindah yang disediakan bagi orang-orang  yang berhasil membuat hidupnya bermakna.</p>
<p>Apa yang diajarkan sang kupu-kupu tentang talent management? Katanya, kita semua bertugas untuk menjadi orang yang memiliki keunggulan. Keunggulan itu bisa membawa kita kepada pencapaian yang tinggi. Dan, sesaat setelah kita meraih pencapain tinggi itu, kita mesti mulai mewujudkan tanggungjawab untuk mempersiapkan generasi penerus. Dengan begitu kita bisa membantu orang lain menapaki pencapaian yang tinggi pula.</p>
<p>Seekor kupu-kupu membawa sebuah misi yang sangat agung. Yaitu; menghasilkan telur. Dan, telur-telur itu menetas menjadi ulat, untuk kemudian bermetamorfosis menjadi  kupu-kupu lainnya. <span id="lw_1227448243_1" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">Ulat</span> sendirian tidak bisa bertelur untuk menjaga kelangsungan hidup spesiesnya. Sehingga, menjadi kupu-kupu tiada lain adalah menjadi penghubung antara generasi masa kini dan masa depan. Artinya, ketika memilih kita untuk menjadi manusia sukses dihari ini; sesungguh  alam tengah menurunkan mandat kepada kita untuk menjadi jembatan antara sukses masa kini dan masa depan melalui generasi-generasi baru yang kita persiapkan untuk menggantikan kita.</p>
<p>Pemahaman ini juga mengantarkan kita terhadap kesadaran atas betapa indahnya membebaskan diri dari sifat monopoli dan keserakahan itu. Seperti yang dikatakan sang penelepon tadi; sang kupu-kupu rela mati tak lama setelah itu. Berkebalikan dengan kupu-kupu; kita para manusia sering menginginkan kesuksesan itu menjadi milik kita selama- lamanya. Kita takut jika kedudukan yang kita sandang ini berpindah tangan, atau dikembalikan kepada sang pemilik mandat. Makanya, tidak heran jika kita selalu sibuk dengan usaha-usaha untuk mempertahankan posisi bagus itu untuk diri kita. Kita lupa bahwa masa kita sudah tiba. Dan kini giliran orang lain untuk menikmati sukses itu.</p>
<p>Padahal, seperti sang kupu-kupu seharusnya kita tidak terjebak pada keindahan diri. Sebab, sesaat setelah menjadi indah; kita mempunyai tanggungjawab untuk menyerahkan keindahan itu kepada orang yang berhak untuk menerimanya dari kita. Meniru sang kupu-kupu bisa membantu kita terbebas dari sifat tamak. Sehingga, ketika tiba saat untuk menyerahkan kursi itu kepada orang lain, tidak terasa berat.</p>
<p>Saya mengerti bahwa sikap seperti ini agak sulit untuk diterima akal. Tak lazim. Terutama dijaman ketika orang saling berlomba untuk memperebutkan kedudukan dan jabatan. Tapi, saya mengenal seseorang yang berjibaku ketika keadaan serba sulit. Berusaha mati-matian untuk membangun sesuatu pada saat segalanya masih belum berbentuk. Namun, ketika berhasil membenahi segala sesuatunya; dia malah melepaskan kesempatan untuk mereguk nikmat hasilnya. Baginya, tugas itu sudah selesai. Lalu, secara perlahan namun pasti dia menarik diri dan menyerahkan sepenuhnya pencapaian itu kepada orang lain.</p>
<div align="center"><script type="text/javascript"><!--
zone = "31";
pl = "5500";
shape = "1";
c_border = "FFFFFF";
c_background = "FFFFFF";
c_text1 = "000000";
c_text2 = "000000";
c_text3 = "000000";
c_text4 = "000000";
c_text5 = "000000";
c_text6 = "000000";
c_text7 = "008000";
c_text8 = "000000";
url = "http://www.ppcindo.com";
//--></script><br />
<script type="text/javascript" src="http://www.ppcindo.com/show.js"></script>
</div>
<p>Lantas, apa yang didapatkan sang kupu-kupu setelah semua susah dan jerih itu? Mengapa dia memilih untuk bergegas mati? Bukankah tidak sebaiknya dia menikmati semua itu sedikit lebih lama lagi? Menggapa setelah seseorang bersusah payah membangun sesuatu harus menyerahkan hasil kerja kerasnya kepada orang lain? Rangkaian pertanyaan ini mengantar kita kepada kesadaran yang ketiga.</p>
<p>Sang kupu-kupu mengingatkan kita tentang hadiah terindah yang disediakan bagi orang-orang yang berhasil membuat hidupnya bermakna.  &#8220;Hey, ketahuilah.. .&#8221; begitu sang kupu-kupu berkata. &#8220;Tuhan telah menyediakan hadiah yang lebih indah dialam keabadian yang menanti kita&#8230;..&#8221; lanjutnya.  Oh, rupanya kebahagiaan hakiki itu adanya tidak dialam material. Manusia-manusia yang tak henti berbuat kebajikan dihibur oleh kabar bahwa; semua perbuatan baiknya untuk orang lain pasti berbalas kebaikan. Dan Tuhan sudah menyediakan hadiah untuk setiap kebajikan yang diperbuatnya. Apakah anda meyakini hal itu?</p>
<p>Apakah anda juga yakin bahwa hadiah dari Tuhan lebih indah dibanding apapun yang bisa disediakan manusia? Saya meyakini itu. Dan sekarang kita mengerti; mengapa sang kupu-kupu mengajari kita untuk berlapang dada ketika menyerahkan kesuksesan yang kita bangun itu kepada orang lain. Karena, rupanya, ada imbalan lain yang jauh lebih bernilai  dimata Tuhan. Sang kupu-kupu mengajarkan bahwa yang terpenting bagi kita adalah membaktikan diri bagi apapun yang kita tekuni. Lalu, mengijinkan orang lain menikmatinya. Karena, bagi kita. Sudah disediakan. <span id="lw_1227448243_2" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">Hadiah</span>. Yang lebih. <span id="lw_1227448243_3" class="yshortcuts" style="border-bottom: medium none; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer;">Indah</span>.</p>
<!-- google_ad_section_end -->

<p>BACA ARTIKEL LAINNYA DIBAWAH:<ol><li><a href='http://1paranormal.com/rahasia-esp-untuk-kesuksesan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: rahasia ESP untuk kesuksesan'>rahasia ESP untuk kesuksesan</a> <small>kesuksesan adalah sebuah kata yang paling diidamkan oleh setiap manusia....</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/apakah-intuisi-kita-benar.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah intuisi kita benar?'>Apakah intuisi kita benar?</a> <small>Kita sering takut intuisi kita salah. Kita sering meragukan kesimpulan...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/ilmu-gaib-pelumpuh-orang.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ilmu gaib pelumpuh orang'>Ilmu gaib pelumpuh orang</a> <small> Ilmu gaib pelumpuh orang dzolim sangat berguna untuk melumpuhkan...</small></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1paranormal.com/menyerahkan-kesuksesan-kita-kepada-orang-lain.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>paranormal penipu?</title>
		<link>http://1paranormal.com/paranormal-penipu.html</link>
		<comments>http://1paranormal.com/paranormal-penipu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 15:29:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>1paranormal.com</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[paranormal]]></category>

		<category><![CDATA[penipu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1paranormal.com/?p=1115</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;&#8230;sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang di kehendaki-Nya. &#8220; (an Nisa&#8217;: 116).


Di halaman ini anda akan menemukan trik-trik kesuksesan kami dan paranormal lain dalam memperdayai para pengikut dan pasiennya:
Sebagai layaknya seorang dukun, bomo, paranormal, orang pintar, atau apapun namanya, kami melakukan [...]


BACA ARTIKEL LAINNYA DIBAWAH:<ol><li><a href='http://1paranormal.com/mengungkap-kekuatan-paranormal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengungkap kekuatan paranormal'>Mengungkap kekuatan paranormal</a> <small>Kekuatan gaib atau metafisika seringkali diklaim hanya dimiliki paranormal atau...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- google_ad_section_start --><p><strong>&#8220;&#8230;sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang di kehendaki-Nya. &#8220;</strong> <em><strong>(an Nisa&#8217;: 116).<br />
</strong></em><br />
<span id="more-1115"></span><br />
Di halaman ini anda akan menemukan trik-trik kesuksesan kami dan paranormal lain dalam memperdayai para pengikut dan pasiennya:<br />
Sebagai layaknya seorang dukun, bomo, paranormal, orang pintar, atau apapun namanya, kami melakukan banyak kebohongan-kebohong an kepada publik supaya mereka tetap memberikan sikap positif terhadap kami bahkan tidak sedikit dari mereka menganggap kami sebagai seorang wali yang keramat.</p>
<p>Berikut ini adalah penjelasan2 pendek dari trik2 kami:</p>
<p><strong>1. forum internet.</strong><br />
Kami membuka forum di internet pada awal tahun 1999 sampai awal tahun 2000, dimana pengunjung bebas mengajukan pertanyaan kepada kami seputar topik supranatural. Dalam setengah tahun, kami melayani 20 sampai 35 pengunjung perhari dari sekitar 250 members yang terdaftar dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Brunei, Malaysia, Belanda, Australia dsb. Akhirnya pada awal 2000, kami menutup forum tersebut karena salah satu dari anggota guru yang berkecimpung dibidang komputer/internet, mendapatkan tugas ke kota Padang untuk membantu salah satu pejabat pemerintah disana dalam masalah supranatural.</p>
<p>Peringatan2: Ilmu ghaib memang benar keberadaannya tapi tinggi nya ilmu tersebut selalu tidak pernah sebanding dengan tinggi kebohongan-kebohong an orang yang mempunyai ilmu tersebut karena maksud-maksud komersial.</p>
<p><strong>2. Pasien palsu.</strong><br />
Salah satu surat kabar lokal, yang kebetulan wartawannya adalah pasien kami, pernah mewawancara kami. Sebelum kunjungan wawancara tsb, kami sengaja membuat suatu drama instan dengan kegiatan-kegiatan rihersal dimana salah satu anggota padepokan kami rekayasa untuk menjadi seorang pasien yang bisa kami sembuhkan secara cepat serta menebak-nebak masalah yang sang pasien hadapi.<br />
Drama ini cukup berhasil karena anggota kami yang menyamar menjadi pasien dan berpura-pura kemasukan setan, membuat sang wartawan terkagum-kagum karena kami bisa sembuhkan secara cepat. Setelah seminggu, kami bangga melihat foto adegan tersebut di koran dengan beberapa kolom yang merangkum tentang kehebatan padepokan kami. Kamipun merasa senang karena hal tersebut merupakan fasilitas yang diberikan kepada kami untuk melakukan kampanye pemasaran secara gratis.</p>
<p><strong>3. Pasien fiktif (Artis, politisi, usahawan dll).</strong><br />
Salah satu trik kami dan paranormal lainnya yaitu kami sering mengumbar tentang pasien kami dengan cara mengklaim bahwa beberapa politisi dan artis sebagai pasien tetap kami. Ini penting bagi status dan imej perguruan kami dimata para pasien lain karena imej tersebut terbukti mampu membuat kualitas servis dan produk kami seakan-akan menjadi terangkat dimata para tamu dan pasien.</p>
<p><strong>4. Nasihat munafik untuk menutupi sifat-sifat Syirik dalam melakukan praktek-praktek perdukunan/ilmu ghaib diperguruan kami.</strong><br />
Dalam melakukan kemunafikan, terkadang saya sangat merasa bersalah. Saya menganggap diri saya adalah paling rendah di dunia dalam melakukan kemunafikan saya. Kenapa? Karena terkadang saya harus memberikan nasihat-nasihat kosong tentang bahayanya ilmu hitam dan syirik kepada para pasien/tamu seakan-akan ilmu saya memang benar-benar ilmu yang datang dari Allah dan bisa dipelajari siapa saja. Sedangkan saya sendiri TAHU bahwa saya adalah salah satu manusia yang menjalankan praktek-praktek keji tersebut. Terkadang saya sering tidur gelisah dalam kebodohan dan beranggapan bahwa saya adalah binatang yang lebih rendah dari segala mahluk Tuhan karena secara sadar saya tahu bahwa perbuatan syirik adalah paling dibenci Allah, sedangkan saya sendiri melakukan hal itu secara sadar dan sengaja.<br />
Waktu itu hati saya telah mati dan hanya memikirkan kenikmatan dunia padahal saya selalu berusaha sembunyi dalam pengetahuan saya. Saya lupa bahwa hidup didunia hanyalah sekilas dan saya isi hidup saya dengan kedustaan dan kehinaan seperti para dukun dan paranormal lain yang berpura-pura berwibawa didepan publik.</p>
<div align="center"><script type="text/javascript"><!--
zone = "31";
pl = "5500";
shape = "1";
c_border = "FFFFFF";
c_background = "FFFFFF";
c_text1 = "000000";
c_text2 = "000000";
c_text3 = "000000";
c_text4 = "000000";
c_text5 = "000000";
c_text6 = "000000";
c_text7 = "008000";
c_text8 = "000000";
url = "http://www.ppcindo.com";
//--></script><br />
<script type="text/javascript" src="http://www.ppcindo.com/show.js"></script>
</div>
<p><strong>5. Senjata berupa ayat2 dari Quran dan hadist-hadist PALSU:</strong><br />
Setiap jumat kami mengadakan pengajian di ruangan belakang perguruan kami dan banyak peserta pengajian bertanya sekitar ilmu supranatural. Disini kami sudah menetapkan dua orang guru untuk menghafal beberapa ayat-ayat Quran untuk menepis segala pertanyaan yang bersifat ofensif. Perlu diingat: terkadang kami kewalahan mendapatkan pertanyaan dan kami melontarkan ayat-ayat tersebut untuk membenarkan mempelajari ilmu ghaib walaupun terkadang ayat-ayat yang dilontarkan tidak ada hubungannya dengan topik yang sedang diperdebatkan. Sehingga seakan-akan agama membenarkan praktek2 ilmu ghaib. Salah satu dari guru kami juga sudah mempersiapkan hadist2 dan tabaruk2 palsu yang berisi sejarah kenabian yang sudah kami modifikasi sedemikian rupa untuk pembenaran praktek-praktek sirik yang kami lakukan. Hadist-hadist atau tabaruk-tabaruk ini kami bagikan sebelum acara pengajian ataupun dalam acara-acara spritual lainnya.</p>
<p><strong>6. Moto rahasia kami yaitu ANDA BERTANYA KAMI HARUS MEMBUAL:</strong><br />
Itulah sejujurnya misi pernyataan kami dalam menjalankan praktek2 sirik kami. Kenapa? Karena sebetulnya kamipun tidak mengetahui seberapa tinggi ilmu kami dan bisa tidaknya diterapkan kepada masalah/problem masing-masing pasien. Kunci kami sebenarnya yaitu hanya berusaha untuk meyakinan sang pasien saja. Karena dengan cara tersebut, mereka akan terus PERCAYA dengan ilmu-ilmu ghaib yang kami berikan. Bahkan secara moral kami merasa diseret untuk menjawab suatu pertanyaan yang kami tidak pernah mempunyai keahlian didalamnya.</p>
<p><strong>7. Puasa gila dan ilmu fiktif:</strong><br />
Saya pernah mendapatkan seorang tamu dari Jakarta yang menginginkan ilmu pedang senja yang kami sebenarnya TIDAK pernah miliki (karena ilmu pedang senja tsb hanya karangan salah satu anggota diperguruan kami). Kebetulan tamu tersebut mendapatkan informasi dari bekas anggota kami yang menetap di daerah rawamangun. Beliau mampu membayar beberapa juta untuk medapatkan ilmu tersebut yang kami klaim mampu meningkatkan wibawa, rejeki, aura, membaca pikiran orang lain, menarik benda-benda di alam ghaib dan juga mampu menciptakan saudara kembar yang bisa berjalan menembus ruang dan waktu. Saya dan para guru yang lain mendiskusikan untuk mencari jalan keluar bagaimana untuk meyakinkan sang tamu. Akhirnya kami sepakat dan mengajukan SYARAT-SYARAT GILA yang sangat berat kepada tamu tersebut. Persyaratan gilanya yaitu: berpuasa selama 6 hari sambil bersemedi dialam terbuka bersama 10 orang lainnya. Persyaratan tersebut sengaja kami buat agar kami mempunyai BANYAK ALASAN untuk menggagalkan usaha tamu tersebut dalam menjalani persyaratan- persyaratannya. Contohnya, diantara 10 orang tersebut, pasti salah satu atau beberapa orang dari mereka tidak akan mampu melakukannya sehingga kami mempunyai alasan untuk menggagalkan usaha-usaha tersebut, lagipula puasa 5 hari dialam terbuka sudah merupakan sesuatu yang SULIT dilakukan oleh orang biasa. Andaikata seluruh peserta puasa tersebut berhasil, kami sepakat untuk mencari alasan-alasan lain yang menyatakan bahwa salah satu dari mereka telah gagal dan tidak kusyuk dalam melakukan usaha tersebut.</p>
<p><strong>8. Gelar-gelar palsu untuk menambah gengsi kami:</strong><br />
Salah satu anggota guru kami pernah tinggal di Malaysia selama 2 tahun sebagai tenaga kerja ilegal. Sepulang dari Malaysia, beliau mempunyai sedikit kemampuan berbahasa inggris sehingga seringkali beliau mengaku sebagai sarjana muda dari universitas Al-Azhar, di Mesir. Ide gila ini dia dapatkan dari ketua dewan guru mahesa kurung di kota Bogor yang bernama LISMAN SUMARDJANI (<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.mkalm.com/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.mkalm.com/?referer=');">www.mkalm.com</a>) yang mengaku-ngaku dengan bangga sebagai Kyai, haji, insinyur sekaligus bergelar MBA yang belakangan konon salah satu anggotanya sendiri pernah mengakui bahwa beliau tidak mengerti mengenai analisa keuangan secara fundamental sekalipun ketika seseorang menantang untuk membicarakan masalah keuangan di forum. Beliau juga seorang moderator di forum dengan alamat <a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.mkalm.com/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.mkalm.com/?referer=');">www.mkalm.com</a>. Mungkin karena telah lama bergelut dibidang perdukunan sehingga intelektualitas dan moral edukatif sang pemegang gelar menjadi hilang tanpa bukti. Seperti halnya praktek perdukunan lainnya yang tidak lepas dari pernyataan misi: KEBODOHAN ANDA ADALAH KEUNTUNGAN KAMI.</p>
<p>Peringatan: Jangan pernah terkagum-kagum dengan seorang dukun yang pandai berdebat atau menguatkan argumennya dengan menggunakan ayat-ayat dari kitab suci. Kalau anda baca secara seksama dan perhatikan potongan2 kitab suci tersebut maksudnya dapat berarti luas, dan penempatannya yang salah sebetulnya dapat memporak-porandakan maksud dari ayat2 tersebut. Ingatlah Kebodohan anda adalah keuntungan mereka. Dan Al-Quran tidak pernah membenarkan praktek-praktek perdukunan yang berkedok agama.</p>
<p><strong>9. Membuat kami dikultuskan:</strong><br />
kami juga menjual barang-barang padepokan berupa keris, kaos, sabuk, batu cincin, dompet, bahkan foto2 semua guru yang telah kami &#8220;isi&#8221;. Walaupun penjualan barang-barang tersebut adalah sirik dan paling dilaknat oleh Tuhan, kami pernah melupakanNya DEMI KESERAKAHAN kami akan uang dan kehormatan dari para pasien. Pemikiran yang kami yakini dalam hal ini yaitu: Semakin banyak barang-barang yang mereka beli, semakin keramat kami dimata pasien.</p>
<p>Peringatan: Demi materi dan kehormatan, manusia dapat menipu, mempersekutukan tuhan, menganiaya manusia lain melalui pembodohan, pembunuhan dsb karena mereka merasa segala kesalahan dan dosa dapat dinegosiasikan dengan Tuhan.</p>
<p><strong>10. Ramalan:</strong><br />
Dalam hal ramalan, jangan heran kalau kami dan paranormal2 lain meramalkan secara umum (tidak mendetil) karena celah-celah kosong akurasinya bisa kami gunakan sebagai alasan bila ramalan kami meleset. Ini cuma salah satu contoh dari trik-trik murahan yang dilakukan oleh kami dan paranormal lain sejak dahulu. Hal yang kami takuti yaitu bila kami kedatangan tamu untuk meminta nomor judi secara detil. Dan kami MEMBENCI pasien atau tamu yang banyak bertanya mengenai ramalan-ramalan secara detil.</p>
<p>Bila anda mendapati orang yang mengaku bisa melihat keadaan masa mendatang (meramal), tertawakanlah, sinislah, bahkan anggaplah sebagai manusia hina. Bahwa seorang dukun akan menjadi kaya raya melalui permainan option dipasar finansial dan tidak akan menyandarkan hidupnya dari sedekah pasien melalui kebohongan-kebohong an yang dia jual.<br />
tinggal memilih anda yang ditertawakan oleh peramal atau anda yang mentertawakan mereka.</p>
<p><strong>11. mendiskreditkan perguruan lain:</strong><br />
Selama saya menjadi guru dipadepokan atau selama saya belajar ilmu ghaib, hal-hal yang merupakan keharusan untuk membangkitakan loyalitas para anggota terhadap perguruan kami yaitu dengan cara MENDISKREDITKAN ilmu-ilmu dari perguruan-perguruan lain. hal ini kami lakukan semata-mata karena dunia perdukunan merupakan kompetisi sempurna dimana pasien akan dapat mudah menemukan perguruan atau paranormal lain sehingga hal ini dimaksudkan untuk mencegah arus keluarnya para anggota untuk pindah keperguruan lain.</p>
<p>Jangan heran bila antara perguruan ilmu ghaib selalu saling melecehkan dan mentertawakan satu sama lain karena itu semata-mata disebabkan alasan2: &#8220;KITA SAMA-SAMA TAHU TENTANG RAHASIA SESAMA PARANORMAL&#8221; dan dalam dunia paranormal terdapat etika-etika tertentu untuk menjaga rahasia strategi masing-masing perguruan. Tak jarang juga Bahkan diantara paranormal seringkali mengirimkan anak buahnya ke perguruan lain dengan cara menyamar sebagai pasien/anggota supaya mereka tahu trik-trik baru yang perguruan lain lakukan.</p>
<p>Mendiskreditkan atau saling mencurigai diantara perguruan yang satu dengan yang lain adalah hal yang normal bagi dunia paranormal/perdukun an. Anda sebagai pasien, mempunyai kontrol penuh untuk melawan atau keluar dari perguruan yang anda rasa telah melakukan hal-hal diluar ajaranNya. Ingat: Jangan pernah anda akan dijadikan objek/ korban, merekalah yang menjadi korban alami sebenarnya karena mereka sumber kebodohan.</p>
<p><strong>12. ilmu karangan berdasarkan kreatifitas imajinasi kami:</strong><br />
jangan heran kalau anda pernah mendengar ilmu-ilmu seperti ilmu pedang senja, ilmu hikmatul rohim, ilmu fathyatul sinai, ilmu selereng pisau dan lain-lain. sebetulnya ilmu itu tidak ada sama sekali dan hanya hasil karangan kami untuk menarik para penggemar ilmu untuk ditukarkan dengan mahar berjumlah ratusan ribu bahkan jutaan. Kamipun telah membuat dongeng-dongeng mengenai sejarah ilmu-ilmu palsu tersebut supaya terdengar lebih prestis.</p>
<p>Peringatan: Ilmu kaya itu tidak pernah paranormal miliki dan tolong gunakan logika anda: Darimana datangnya penghasilan seorang dukun/paranormal yang mengaku memiliki ilmu kaya?&#8230;.jawabannya yaitu dari ANDA!!!, yang menjadi korban penipuan mereka.<br />
Bahkan lucunya, beberapa paranormal yang dirinya dan kelurganya gagal dalam hidup dan usaha, seringkali berani menjual ilmu-ilmu kaya kepada publik. Ironis sekali. Pembodohan tersebut merupakan tindakan kriminalitas.</p>
<p><strong>13. Menggunakan kata Khodam:</strong><br />
Salah satu senjata dari seorang paranormal/dukun yaitu mereka akan mengajarkan anda untuk meminta sesuatu lewat khodam (makhluk karangan mereka yang konon mereka akui sebagai malaikat tapi keberadaannya tidak ada didalam Al-Quran) Bahkan mereka membenarkan hal tersebut dengan mengatakan: Khodam sama seperti dokter, mekanik atau manusia-manusia yang mempunyai profesi lain, sehingga kita dibenarkan untuk berinteraksi kepada khodam dengan cara wirid, puasa, semedi atau lelaku lainnya.<br />
Salah satu argumen kami dan paranormal lain yaitu: :&#8221;BERINTERAKSI KEPADA KHODAM MELALUI PUASA, AMALAN2, WIRID DSB ADALAH HAL YANG WAJAR SEPERTI HALNYA MEMINTA BANTUAN KEPADA DOKTER. APAKAH MEMINTA PERTOLONGAN DOKTER ADALAH SYIRIK???&#8221; (begitulah argumen yang sangat populer dikalangan kami dan paranormal lain untuk membodohi umat)<br />
tidak lupa kami juga seringkali mengatasnamakan Al-Quran dalam melakukan pembodohan-pembodoh an yang merugikan untuk menutupi AKAL para pengikut kami.</p>
<p><strong>14. Menumbuhkan SUGESTI para pengikut/pasien kami:</strong><br />
INI ADALAH TRIK KAMI YANG PALING PENTING untuk menumbuhkan kepercayaan pasien kepada kami. Misalnya dalam melakukan tipu daya kepada para pasien atau pengikut, sering kami mengajarkan mereka untuk konsentrasi dalam merasakan getaran-getaran GHAIB pada dirinya yang SEBENARNYA TIDAK ADA. Itu hanya sugesti dan perasaan mereka saja. Anehnya, terkadang mereka &#8220;mencari muka&#8221; kepada kami sehingga mereka menggerak-gerakan badannya dengan sangat intens bahkan kelihatan seperti orang KESURUPAN. SEMAKIN MEMBERONTAK MEREKA, SEMAKIN PERCAYA DIRI KAMI DIBUATNYA karena tipu daya kami ternyata dapat MEMBANGKITKAN sugesti mereka seakan-akan ada kekuatan lain didalam diri mereka. Sudah ribuan orang kami perdayai termasuk puluhan orang dari kalangan intelektual dan berpendidikan.<br />
Oleh karena itu kami diperguruan terkadang tertawa geli menyaksikan pertunjukan tersebut yang diakibatkan oleh TERLALU percayanya mereka terhadap kami.<br />
Contoh aktualnya: Seorang satpam, sebut saja bernama A, pernah datang kepada kami karena masalah pekerjaan. Ternyata si A ingin mendapatkan posisi yang bagus ditempat kerjanya yaitu sebagai ketua pengamanan seluruh pabrik. Karena kami TIDAK MEMPUNYAI ilmu yang bisa menaikkan pangkat seseorang, lalu kami BERKILAH dengan cara menawarkan amalan untuk membangkitkan Wibawa. Kami BERALASAN dengan cara membangkitkan wibawa, si A akan mendapatkan perhatian dari atasannya sehingga kesempatan untuk naik pangkat menjadi besar (Sebenarnya kamipun tidak mengetahui kekuatan amalan tersebut karena kami mendapatkannya dari beli diperguruan lain).<br />
Setelah 2 minggu mengamalkan amalan yang kami berikan, si A datang lagi kepada kami dan dia mengatakan bahwa atasannya selalu memberi dia perhatian dan tanggung jawab yang lebih TAPI sang atasan belum menaikkan jabatan si A sebagai ketua/kepala pengamanan pabrik. Nah dari sini kami telah membangkitkan sugesti si A bahwa dia telah kelihatan lebih berwibawa sehingga tingkah lakunya berubah seakan-akan si A memiliki kekuatan yang membuat dirinya kelihatan berwibawa. Kamipun mentertawakan si A karena perubahan sifat dan penampilan itu cuma ima<br />
jinasi atau hayalan si A karena terlalu percaya kepada kami.<br />
Setelah sebulan, si A datang lagi kepada kami tapi<br />
BELUM juga mendapatkan jabatan yang dia inginkan serta mengungkapkan bahwa dia baru saja ditegur oleh atasannya karena terlambat datang ke tempat kerja dan takut kalau atasannya tidak simpatik lagi kepadanya. Untuk mengalihkan kesan negatif atau rasa curiga si A terhadap kami, kamipun menyuruhnya sembahyang dan berdoa kepada Allah dan memberikan puluhan nasihat-nasihat seperti: &#8220;Allah tidak mengijinkan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut dan sebagainya&#8221;</p>
<p>Setelah pertemuan ketiga tersebut, si A tidak pernah lagi datang kepada kami.</p>
<p>(Nah begitulah trik-trik dan kemunafikan kami dan para tukang sihir kepada para pasien dan pengikutnya, silahkan buktikan!)</p>
<div align="center"><iframe frameborder="0" src="http://kumpulblogger.com/mac.php?b=4737" width="200px" height="200px" marginwidth=0 marginheight=0 ></iframe>&#8211;></div>
<p><strong>Peringatan: </strong>paranormal/dukun/ bomo akan menyisipkan ajaran-ajaran ilmu sihir (meramal, menyembuhkan kesurupan, dongeng-dongeng kesaktian dll) kepada pengikutnya dalam mempelajari Al-Quran, karena mereka beranggapan bahwa mempelajari Al-Quran TIDAKLAH AKAN LAKU dikalangan orang-orang FRUSTASI tanpa ajaran-ajaran ilmu sihir tersebut.<br />
Oleh karena itu Janganlah heran kalau para tukang sihir selalu mencampur adukan ajaran Agama dengan ajaran sihir untuk maksud-maksud KEDUNIAAN (komersial: uang dan kehormatan), bahkan dengan segala cara mereka berusaha menempatkan dirinya sebagai wali Allah untuk maksud-maksud PENGKULTUSAN.</p>
<p>Sebenarnya mereka (paranormal) telah menutup mata umat untuk mengetahui ayat-ayat dibawah ini:</p>
<p><strong>&#8220;Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendakiNya. &#8221; <em>(An-Nisa&#8217;: 48)</em></strong></p>
<p><strong>&#8220;Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu: Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.&#8221; <em>(Az-Zumar : 65)</em></p>
<p>&#8220;Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.&#8221; <em>(Al-An&#8217;am : 88).</em></strong></p>
<!-- google_ad_section_end -->

<p>BACA ARTIKEL LAINNYA DIBAWAH:<ol><li><a href='http://1paranormal.com/mengungkap-kekuatan-paranormal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengungkap kekuatan paranormal'>Mengungkap kekuatan paranormal</a> <small>Kekuatan gaib atau metafisika seringkali diklaim hanya dimiliki paranormal atau...</small></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1paranormal.com/paranormal-penipu.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Qurban Terbaik</title>
		<link>http://1paranormal.com/qurban-terbaik.html</link>
		<comments>http://1paranormal.com/qurban-terbaik.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 03:28:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>1paranormal.com</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1paranormal.com/?p=1110</guid>
		<description><![CDATA[Saat menjelang pelaksanaan Idul Qurban, kebetulan saya ditunjuk menjadi salah satu panitia Qurban di kantorku. Kebetulan pada tahun 2006 lalu, terjadi dua kali berqurban, tepatnya qurban pertama di awal bulan Januari 2006.

Saat pulang kerja, saya bersama rekan pergi untuk membeli hewan Qurban di salah satu penjual hewan Qurban untuk membelanjakan hewan qurban dari dana yang [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- google_ad_section_start --><p>Saat menjelang pelaksanaan Idul Qurban, kebetulan saya ditunjuk menjadi salah satu panitia Qurban di kantorku. Kebetulan pada tahun 2006 lalu, terjadi dua kali berqurban, tepatnya qurban pertama di awal bulan Januari 2006.<br />
<span id="more-1110"></span><br />
Saat pulang kerja, saya bersama rekan pergi untuk membeli hewan Qurban di salah satu penjual hewan Qurban untuk membelanjakan hewan qurban dari dana yang dititipkan panitia kepada saya</p>
<p>Tiba di tempat penjual hewan Qurban, terlihat penjual hewan Qurban sangat sibuk melayani para pembeli yang datang. Begitu pula dengan para pembeli yang sibuk memilih dan menawar harga hewan Qurban yang terbaik untuk memenuhi seruan ber-Qurban di hari raya nanti.</p>
<p>Saya pun terpaksa harus menunggu lama sambil melihat-lihat hewan Qurban yang ada di lokasi. Namun, diantara para pembeli yang sedang antri, mata saya tertuju pada seorang ibu tua yang sedang memikul bakul jualan berisi sapu lidi, kemoceng dan barang lainnya.</p>
<p>Terlihat dengan sabar, si ibu tua itu berdiri melihat-lihat para pembeli yang sibuk memilih hewan Qurban dan menawar harga kepada si penjual.</p>
<div align="center"><!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=vxt7aSGxBy4%3D&#038;cid=1mKE6FR8OXo%3D&#038;chan=BeyhzIxNXAY%3D&#038;type=1&#038;title=0000FF&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFFF&#038;url=9D1961" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ --></div>
<p>Setelah itu tiba giliran penjual Qurban melayani saya dan kawan panitia lainnya. Setelah memilih hewan Qurban dan harga yang cocok, lalu si penjual hewan Qurban itu mengambil kwitansi pembelian untuk saya.</p>
<p>Selagi menunggu si penjual Qurban membuatkan kwitansi, lalu saya pun menghampiri si Ibu tua tadi dan menanyakan apa keperluannya hingga rela berlama-lama menunggu di sana .</p>
<p>Dalam hati saya, mungkin si Ibu tua itu mau meminta sedekah dari penjual hewan Qurban itu. Namun, alangkah terkejutnya saya, ketika mendengar jawaban dari si ibu tua itu kalau dirinya juga ingin membeli hewan Qurban buat dikurbankan atas nama dirinya sendiri.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah kasep (panggilan kasih sayang di daerah jawa barat), Ibu ini sudah beberapa tahun terakhir rutin membeli kambing Qurban,&#8221; ujarnya. ?Bagaimana caranya Ibu dapat membeli kambing Qurban, kan pekerjaan Ibu hanya penjual kecil-kecilan, ? tanyaku hati-hati kepada si Ibu tua.</p>
<p>Lalu, nggak berapa lama si Ibu tua itupun menjelaskan bahwa setiap hari dirinya menyisihkan seribu hingga dua ribu perak dari keuntungannya berjualan. &#8220;Alhamdulillah, kalau lagi laku banyak, Ibu suka menyisihkan tiga ribu sampe lima ribu perak kasep, tapi itu jarang sekali kasep,? lanjut si Ibu tua.</p>
<p>&#8220;Kalau sehari seribu, dua ribu, atau tiga ribu perak. Maka dalam setahun Ibu bisa ngumpulin uang sekitar 700 ribu lebih. Nah, jadi cukup buat beli kambing Qurban yang terbaik menurut ibu,&#8221; kata Ibu tua menjelaskan.</p>
<p>Duhhh?Nyess banget rasanya hati ini&#8230;saya pun hanya bisa terdiam mendengar cerita si Ibu tua itu. Jika si ibu tua itu saja dengan telatennya menyisihkan keuntungannya dalam berjualan setiap harinya demi keinginan besar untuk bisa berQurban setiap tahunnya.</p>
<p>Seharusnya, berarti tidak ada alasan bagi saya dan bahkan mereka yang kaya untuk tidak melaksanakan ibadah Qurban setiap tahunnya pula. Saya tidak perlu mengumpulkan uang bila ingin membeli kambing Qurban, seperti yang dialami si Ibu tua itu.</p>
<p>Apalagi penghasilan saya bisa dikatakan diatas rata-rata yang lainnya, bahkan tidak saja bisa membeli Kambing qurban, tapi saya pun seharusnya bisa membeli Sapi Qurban. Mungkin saya hanya perlu menahan keinginan untuk makan makanan mewah seperti fast food, nginap di hotel berbintang lima , nonton di bioskop 21 ataupun membeli accessories kendaraan lainnya.</p>
<p>Hal itulah yang jadi perenungan saya dalam setahun terakhir ini. Bila saja si ibu tua itu harus menyisihkan seribu, duaribu bahkan lima ribu perak dari hasil keringatnya memikul barang jualan setiap harinya, yang paling-paling hanya dapat untung 10 ribu sampe 20 ribu rupiah.</p>
<p>Maka, apakah saya sudah cukup berani dan lapang hati serta ikhlas untuk menyisihkan 10 persen dari penghasilanku setiap bulan untuk meraih cinta Allah dalam berqurban.</p>
<p>Sungguh aku belum bisa seperti si Ibu tua itu, yang dengan ikhlas menqurbankan hewan terbaiknya sesuai kemampuannya. Seharusnya pun saya bisa mengurbankan hewan qurban yang terbaik juga sesuai kemampuan saya.</p>
<p>Jujur saja, saya belum segagah si ibu tua itu, yang kuketahui namanya Ummi Kultsum, 71 tahun dengan 7 orang anak dan 18 cucu ini. Beliau juga sering menjual makanan kering, donat, risol, nasi uduk di rumahnya yang sederhana (cerita dari si Ibu tua).</p>
<p>Rama Arjuna</p>
<!-- google_ad_section_end -->

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1paranormal.com/qurban-terbaik.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>marah itu enak</title>
		<link>http://1paranormal.com/marah-itu-enak.html</link>
		<comments>http://1paranormal.com/marah-itu-enak.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 15:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>1paranormal.com</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1paranormal.com/?p=1092</guid>
		<description><![CDATA[Di dalam Al Qur&#8217;an surat Al Baqarah 112 dinyatakan bahwa orang beriman itu dia tidak khawatir dan tidak pula sedih hati . Mengapa ? karena orang beriman tidak dipermainkan oleh pikirannya sendiri . Marah , Benci , Sedih itu ternyata diajarkan , dan kita diajarkan semua itu disesuaikan dengan budaya setempat , misalnya : kita diajarkan [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- google_ad_section_start --><p>Di dalam Al Qur&#8217;an surat Al Baqarah 112 dinyatakan bahwa orang beriman itu dia tidak khawatir dan tidak pula sedih hati . Mengapa ? karena orang beriman tidak dipermainkan oleh pikirannya sendiri . Marah , Benci , Sedih itu ternyata diajarkan , dan kita diajarkan semua itu disesuaikan dengan budaya setempat , misalnya : kita diajarkan kalau diludahi orang lain apalagi kena muka adalah penghinaan yang luar biasa dan kita harus marah , tapi di salah satu suku pedalaman afrika diajarkan bahwa kalau diludahi itu pertanda cinta dan kasih sayang , karena ludah itu adalah bagian dari dirinya yang diberikan pada kita .</p>
<div><!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=vxt7aSGxBy4%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=BeyhzIxNXAY%3D&amp;type=1&amp;title=0000FF&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=9D1961" type="text/javascript"></script> <!-- End: http://adsensecamp.com/ --></div>
<p><span id="more-1092"></span> Jadi jelas disini bahwa yang namanya marah , benci , sedih , dendam dan semua jenisnya itu adalah ajaran dan permainan pikiran . Tidak ada bedanya dengan semua kesenangan atau sesuatu yang enak enak kita rasakan , semua perasaan itu pasti membawa kenangan dan biasanya di ingat ingat lalu di ulang ulang . Sesuatu yang membuat kita enak pasti akan berusaha kita ulang ulang , contohnya kalau kita suka makanan yang enak pasti kita akan berusaha mencari tempat makan enak dimanapun itu berada , dan otak kita akan mengingat enaknya makan disana , dan cenderung ingin mengulang . Begitupun marah , sedih , benci , dendam , kita akan selalu mengingat ingat setiap persoalan yang membuat kita merasakan empat rasa itu , karena ada rasa enak yang tidak mau kita sadari , bahkan selalu berusaha kita sangkal , biar tidak terlihat jelek .Kita akan melupakan kulit durian , karena tidak enak , dan akan mengingat isi durian nya karena enak . Kembalilah pada Agama ( Aturan GAwe MAnusia</p>
<p>Dicky Zainal Arifin</p>
<p><a rel="nofollow" target="_blank" href="http://dickyzainal.multiply.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/dickyzainal.multiply.com?referer=');">http://dickyzainal.multiply.com</a></p>
<div><script type="text/javascript"><!--
zone = "31";
pl = "5253";
shape = "2";
c_border = "FFFFFF";
c_background = "FFFFFF";
c_text1 = "993300";
c_text2 = "993300";
c_text3 = "000000";
c_text4 = "000000";
c_text5 = "000000";
c_text6 = "000000";
c_text7 = "008000";
c_text8 = "0000ff";
url = "http://www.ppcindo.com";
// --></script><br />
<script src="http://www.ppcindo.com/show.js" type="text/javascript"></script></div>
<!-- google_ad_section_end -->

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://1paranormal.com/marah-itu-enak.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Color and the Aura</title>
		<link>http://1paranormal.com/color-and-the-aura.html</link>
		<comments>http://1paranormal.com/color-and-the-aura.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 15:23:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>1paranormal.com</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[aura]]></category>

		<category><![CDATA[color aura]]></category>

		<category><![CDATA[the clairvoyan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://1paranormal.com/?p=1089</guid>
		<description><![CDATA[To the clairvoyant, the aura appears as an egg shaped swirl of light and energy encircling the individual. In the average individual, it is somewhat symmetric in shape, with a constantly changing and swirling color pattern. It extends anywhere from twelve to eighteen inches from the periphery of the physical form; the first 3/4-inch to [...]


BACA ARTIKEL LAINNYA DIBAWAH:<ol><li><a href='http://1paranormal.com/chakras-wheels-of-light.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Chakras Wheels Of Light'>Chakras Wheels Of Light</a> <small> Chakras are energy centers within the body. Chakra is...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/benarkah-aura-adalah-energy.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: benarkah aura adalah energy?'>benarkah aura adalah energy?</a> <small>Tidak ada energy, keberadaan kita di dunia ini akan berhenti....</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/ponsel-motorola.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ponsel motorola aura'>ponsel motorola aura</a> <small>Motorola aura dari bahan mewah metal stainless glossi dikombinasikan metal...</small></li><li><a href='http://1paranormal.com/wordpress-my-blog-of-choice.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Wordpress my Blog of Choice'>Wordpress my Blog of Choice</a> <small>The more I use Wordpress, the more I love it....</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- google_ad_section_start --><p>To <strong>the clairvoyan</strong>t, the <em>aura</em> appears as an egg shaped swirl of light and energy encircling the individual. In the average individual, it is somewhat symmetric in shape, with a constantly changing and swirling color pattern. It extends anywhere from twelve to eighteen inches from the periphery of the physical form; the first 3/4-inch to one-inch being somewhat clear and vibrantly iridescent in appearance.</p>
<p><span id="more-1089"></span></p>
<p>The aura reflects certain aspects of the individual. It reflects the general health and vitality of the person, the over all, as well as current, emotional state of the person, the mental and psychological patterns exhibited by the individual, and the spiritual nature of the soul and spirit.</p>
<p>Therefore, depending upon these various factors, the aura can be vibrantly expansive and full of the most beautiful pastel shades of color, or it can be very tightly knit to the body, with a murky and almost threatening appearance to it.</p>
<p>If the individual tends to respond to the higher prompting of the Spirit, the aura will tend to flare outward toward the top, indicating a strong connection with the higher aspects of life. If the person reacts more to the lower nature, the aura will appear to be somewhat bottom heavy, indicating that there is a strong connection to the earthly or lower side of life.</p>
<p>It is important to state that it is not the colors appearing within the aura that reflect the general nature of the soul, but rather the quality and clarity of the colors. Colors have both a positive and a negative aspect to them.</p>
<p>Color and the Aura</p>
<p>It is always tricky business to offer a categorical analysis of what the various colors within the aura mean; people&#8217;s feelings and interpretations of what they perceive within the aura vary quite a bit. I agree with W.E. Butler, when he states in his book How To Read the Aura: There does, however, seem to be consensus of opinion and feeling regarding the major colors within the human aura. Ancient wisdom has been a tremendous source of insight here. Having said this, I share with you what my experiences in working with the human aura have revealed to me. I offer this table of color analysis only as a guideline in your quest for meaning and interpretation of the aura.</p>
<p>- A Brief Guideline to Color and the Aura -</p>
<p>RED</p>
<p>Red generally indicates the status of physical life, or the personality. Its presence, in abundance, within the aura reflects a person who is more objective, earthy, mundane, and personal in nature. In a positive state, red indicates the presence of an energizing and vitalizing force which tends to drive the individual in his or her earthly affairs. It also denotes the higher aspect of love and sexuality. In its negative state, red signifies anger (expressed or repressed), an over-zealous drive to succeed, and unbalanced energies of love-sexuality.</p>
<p>ORANGE</p>
<p>Orange is a blend of red and yellow. It is the true color of the sun. Its presence within the aura signifies creativity, preservation, and regeneration. An abundance of radiant orange indicates a person who could be an excellent magnetic healer. The positive shades indicate thoughtfulness, consideration, and a constructive use of creative consciousness. Negative shades indicate laziness, repression, aggressive sexuality and destructive consciousness.</p>
<div><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-9307707763571843";
/* post */
google_ad_slot = "4236818638";
google_ad_width = 728;
google_ad_height = 90;
// --></script><br />
<script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"></script></div>
<p>YELLOW</p>
<p>Yellow is the color of the intellect. How it blends with other colors, especially red and orange, indicates how one&#8217;s intellectual prowess is used: either in a positive and constructive manner; or in a negative and destructive manner. Where yellow is seen coming from above, it indicates a more inspired mental consciousness. When it is seen flooding the lower half of the aura, it indicates more mundane and analytical thought. When yellow is murky in color, blended with brown, gray, or black, it indicates a person who uses the power of mind for evil intents; i.e., black magic. When blended with murky green, it indicates resentment and jealousy.</p>
<p>Yellow is a rather significant color, because it lies midway within the personality (please note, not the complete) color spectrum of red-orange-yellow- green-blue. A person&#8217;s mind-consciousness is, in many ways, his or her identity stamp. Yellow can be tinged by red, to make orange; thus, the person uses his or her mental faculties for more earthly and mundane affairs. Yellow can also be tinged with blue, to make green, indicating a person who uses his or her mental faculties in a more subjectively inspired manner.</p>
<p>GREEN</p>
<p>Green is midway within the color spectrum; therefore, it is the color of balance and harmony. It is also the color of the soul, reflecting the fact that the soul is the liaison between the spirit and the earthly/bodily personality. Because green is midway in the color spectrum, it can very easily be &#8220;influenced&#8221; by higher and lower aspects of the person. When green is &#8220;dragged down&#8221; within the aura and appears murky, it indicates a person who is rather jealous of what others have, possessive, selfish, cunning, and manipulative. &#8220;Green with envy&#8221; is a truism, based on the aura. A very murky green indicates chronic depression. When illumined from above, it denotes a person who seeks to expand his or her own, as well as the general, sense of individuality; one who is well balanced, sympathetic, and</p>
<p>BLUE</p>
<p>Blue is the color of spiritual power, higher mental and psychic faculties, and the subjective mind. It is difficult to assess blue, because most people find all shades of this color to be rather beautiful. However, there are negative aspects to blue which indicate self-imposing struggle, a sense of martyrdom, and melancholy. For the most part, although not always, the presence of blue within the aura is a positive statement. Its lack within the aura says as much as its presence. This is generally true of the higher colors of blue, indigo, violet, and white.</p>
<p>INDIGO</p>
<p>Indigo is blue with a small amount of clear red. The red in indigo intensifies the blue and gives it greater power. Indigo indicates a rather high degree of selfless spirituality. Its presence within the aura denotes a person who is earnestly seeking spiritual truth, for positive and selfless ends. Its absence within the aura speaks as loudly as does its presence.</p>
<p>VIOLET</p>
<p>Violet is blue, mixed with the higher vibrations of rose pink (indicative of love). Violet denotes an even higher aspect of spirituality and selfless love. The aura of a master is said to be violet, turning to lavender (because of the influx of white). In essential nature, violet borders on the cosmic. Its presence appears only when the individual has made serious commitment to some spiritual and/or humanitarian cause AND is guided by higher consciousness in that commitment. Violet and indigo are colors of the soul&#8217;s body (also known as the causal body) and require many lifetimes of selfless study and service in order to appear within the aura.</p>
<p>To digress, an interesting note to violet is this: people love to project violet light or thought rays to others. Violet is a powerful color, which should never be projected to an individual in excess. Why? Because it can awaken higher centers of consciousness and energy, before the individual is spiritually prepared for such centers to be awakened. This can have an adverse effect by causing depression and severe melancholy. Use violet with care, moderation, and patient understanding.</p>
<div><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-9307707763571843";
/* post */
google_ad_slot = "4236818638";
google_ad_width = 728;
google_ad_height = 90;
// --></script><br />
<script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"></script></div>
<p>BROWN</p>
<p>Brown generally mixes with and influences the shading of other colors. Its presence reflects some negative condition. It is generally seen mixing with and tingeing red, orange, yellow, green, and, on occasion, blue. It never shades the colors of indigo, violet, or white.</p>
<p>BLACK<br />
Just as cold is merely the absence of heat and, therefore, not a real force unto itself; black is the absence of all color and, therefore, indicates the absence of life and the shadow caused by turning away from God and blocking the light. When it is found within the aur