Kunjungan pemimpin Katolik Roma ke AS, “disambut” fakta penelitan
terbaru. Dimana Warga AS makin tak beriman dan hanya sebagian kecil
tahu Paus.
“Amerika adalah Kristen,” begitu kata banyak orang. Setidaknya dapat dibuktikan dengan tulisan “In God We Trust“
(Kami percaya kepada Tuhan) yang tertera dalam tiap helai mata uang
Dollar Amerika. Tapi benarkah seperti itu? Nyatanya tidak. Penelitian
menyebutkan, warga AS memang mengaku Kristen, tapi jarang ke gereja.
Sebuah survai yang dilakukan oleh Pew Research Center for the People
dan the Press and the Pew Forum on Religion and Public Life bulan ini
menyebutkan banyak hal mengagetkan.
Diantaranya disebutkan, warga Katolik Amerika tak benar-benar tahu
siapa pemimpin mereka, Paus Benedictus XVI. Hasil penelitian
menyebutkan, tiga dari 10 warga AS mengatakan, mereka tidak cukup tahu
siapa Paus Benedictus XVI. Sedangkan, delapan dari 10 orang mengatakan,
mereka hanya pernah mendengar sedikit nama Paus.
Ya, nyaris gak ada yang
suka... bahkan Saya tidak yakin kalau para penggali kubur dan petugas disana
benar-benar menyukai untuk pergi ke "tempat kerja"-nya.
Siang itu, tanpa antusiasme dan kegembiraan sedikit pun, Saya memutuskan untuk
menghadiri 'acara' pemakaman ayah salah seorang sahabat Saya. Ayah sahabat Saya
tersebut sebetulnya masih dapat dikategorikan "muda"; baru 61 tahun.
Sahabat Saya sempat bercerita bagaimana 'hebat' karir ayahnya, sewaktu masih
menjadi pejabat, dan bagaimana kondisi finansial, mental, dan fisik ayahnya
menurun dengan drastis pada masa pensiunnya. Sesuatu yang tidak aneh
sebetulnya...
Believe or not! Sejumlah media Barat 1, pada sekitar
22 April 2008, melansir sebuah rekaman audio dimana “Al-Qaeda” No. 2,
Ayman al-Zawahiri, mengecam Iran dan stasiun TV Al-Manar milik
Hizbullah sebagai telah menyebarkan teori konspirasi 9/11, yang
menunjuk Israel berada di balik serangan teror terhadap Amerika Serikat
itu. Bagi Al-Zawahiri, apa yang dilakukan Iran dan Hizbullah adalah
untuk menutupi “fakta” bahwa pernah ada kelompok Sunni yang pernah
“melukai” Amerika.
Rekaman audio itu diklaim media-media Barat dilansir oleh situs-situs
internet milik kelompok “militan Islam”, yang selama ini menjadi
corong-corong para pemimpin “Al-Qaeda” untuk berbicara kepada dunia,
atau secara khusus kepada para simpatisan mereka. Seperti biasa,
rekaman suara itu tidak pernah bisa dikonfirmasi menjadi milik
Al-Zawahiri sendiri, dan kerap ditautka dengan potret lama Al-Zawahiri.
(watch Controlled Demolitons of WTC )
Pernah saya membaca dalam beberapa artikel dan saya pun mengakuinya
bahwa pikiran manusia sungguh ajaib, kenapa¡? apapun yang kita cari
kemungkinan akan kita temukan. Jadi bila kita mencari keburukan,
takakan sulit bagi anda untuk menenukanya, dan bila anda mencari
keindahan juga pasti akan anda temukan, bukti banyak dari rekan milist
ini dapat membuat artikel, cerpen dan puisi yang sangat menawan.
Sebagian besar pengalaman kita tergantung pada cara kita menyikapi
hidup ini, ada sedikit cerita tentang dua orang tukang bangunan si Joko
dan si baba yang kerjanya sama persis. Dan suatu ketika saya bertanya
kepada si joko "apa yang kamu kerjakan¡?" si joko menjawab dengan
negative dan mengasihani dirinya sendiri "Aku duduk disini setiap hari,
meletakan satu bata diatas bata yang lain."
Dari obrolan dengan peserta kajian Hypnosis dan Hypnotherapi di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta, USU Medan, Universiti Kebangsaan Malaysia, UI Depok, SDIT
Imam Bukhori Sumedang dan para santri di Pondok Pesantren Hypnotherapi Ciputat
diketahui bahwa peserta mengakui fenomena hipnosis mereka alami, hanya
seringkali justru yang berakibat negatif untuk diri.
Hypnosis bercirikan keadaan yang single focus, orang lebih peka terhadap
proses dalam tubuhnya termasuk proses pengindraannya . Karenafokusnya ke satu
hal maka pembelajaran lebih mudah terjadi jika dibandingkan dengan pembelajaran
saat Anda fokus ke beberapa hal.